Pertama di Indonesia, Pengusaha Dipenjara karena Bayar Buruh di Bawah UMR
Jakarta - Peringatan serius bagi para pengusaha yang membayar upah buruh di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Sebab, Mahkamah Agung (MA) menghukum pengusaha yang melakukan hal tersebut dengan hukuman penjara.
"Menghukum terdakwa Tjioe Christina Chandra dengan pidana 1 tahun penjara," kata pejabat resmi MA yang tak mau disebut namanya.
Chandra merupakan pengusaha Surabaya yang memiliki 53 karyawan namun mengupah buruhnya tersebut di bawah UMR. Oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Chandra divonis bebas. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun mengajukan kasasi dan dikabulkan. "Dan menjatuhkan pidana denda Rp 100 juta," lanjutnya.
Vonis ini diadili oleh ketua majelis hakim Zaharuddin Utama dengan anggota majelis Prof Dr Surya Jaya dan Prof Dr Gayus Lumbuun dalam perkara nomor 687 K/Pid.Sus/2012.
"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 90 ayat 1 jo Pasal 185 ayat 1 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan," pungkasnya.
Berdasarkan catatan, putusan ini merupakan putusan pertama MA yang menghukum pengusaha karena membayar buruhnya di bawah UMR.
Jakarta City
Modus Jambret dan Perampasan Motor di Jalan Raya ! Waspada !
Perempuan berkendara menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan.
Ada modus baru para penjahat di jalan raya. Perempuan yang mengendarai kendaraan, menjadi sasaran empuk para penjahat.
Sumiati (36 tahun) menceritakan peristiwa nahas yang dialaminya, Jumat 22 Maret 2013.
Saat mengendarai sepeda motor di jalan Oto Iskandar Dinata, Trogong Kidul, Garut, Sumiati diperingati pengendara lain. "Awas ada percikan api, kalau digas sepeda motornya bisa meledak," teriak si pengendara itu kepada Sumiati di Satlantas Polres Garut, Kamis 28 Maret 2013.
Mendengar informasi itu, warga Desa Neglasari, Kadungora ini langsung saja berhenti untuk mengecek mesin sepeda motornya, dan dibantu si pengendara itu.
Di saat dia mengecek sepeda motornya, tiba-tiba tas yang dipegangnya dijambret.
"Si pelaku juga membantu dengan pura-pura melihat-lihat mesin motor saya. Tapi pada saat saya lengah, dia langsung merampas tas saya dan tancap gas menggunakan sepeda motor yang dia bawa," katanya.
Tas beserta isinya pindah tangan. Uang tunai Rp3 juta, telepon genggam, kartu ATM, buku tabungan, STNK, SIM dan KTP, berhasil dibawa kabur pelaku.
Sumiati berupaya mengejar, tapi gagal. Dengan kondisi bingung, warga sekitar menceritakan kepadanya, bahwa sudah tujuh kali kejadian serupa di lokasi yang sama dalam dua bulan terakhir.
"Bahkan kata warga, kalau saya ikut mengejar, pelaku yang satu lagi pasti membawa kabur sepeda motor saya," tuturnya.
Karena menurut warga sekitar, ada korban sebelumnya yang mengalami hal itu. "Setelah tasnya dirampas kemudian korban mengejar pelaku, eh sepeda motornya juga langsung dibawa pelaku."
Menurutnya, saat itu ada dua orang pelaku. Salah satu pelaku bertugas mengawasi situasi di lokasi kejadian. Pelaku lainnya yang mengeksekusi.
"Setelah aman dia langsung memberikan isyarat kepada pelaku lain dengan mengatakan 'aman' hingga beberapa kali," katanya.
Dia berpesan agar para perempuan yang biasa mengendarai sepeda motor untuk tidak langsung mempercayai kalau ada orang yang memberikan informasi apapun.
"Pokoknya jangan dihiraukan dan berhati-hati atau cepat minta tolong warga," ucapnya.
Ada modus baru para penjahat di jalan raya. Perempuan yang mengendarai kendaraan, menjadi sasaran empuk para penjahat.
Sumiati (36 tahun) menceritakan peristiwa nahas yang dialaminya, Jumat 22 Maret 2013.
Saat mengendarai sepeda motor di jalan Oto Iskandar Dinata, Trogong Kidul, Garut, Sumiati diperingati pengendara lain. "Awas ada percikan api, kalau digas sepeda motornya bisa meledak," teriak si pengendara itu kepada Sumiati di Satlantas Polres Garut, Kamis 28 Maret 2013.
Mendengar informasi itu, warga Desa Neglasari, Kadungora ini langsung saja berhenti untuk mengecek mesin sepeda motornya, dan dibantu si pengendara itu.
Di saat dia mengecek sepeda motornya, tiba-tiba tas yang dipegangnya dijambret.
"Si pelaku juga membantu dengan pura-pura melihat-lihat mesin motor saya. Tapi pada saat saya lengah, dia langsung merampas tas saya dan tancap gas menggunakan sepeda motor yang dia bawa," katanya.
Tas beserta isinya pindah tangan. Uang tunai Rp3 juta, telepon genggam, kartu ATM, buku tabungan, STNK, SIM dan KTP, berhasil dibawa kabur pelaku.
Sumiati berupaya mengejar, tapi gagal. Dengan kondisi bingung, warga sekitar menceritakan kepadanya, bahwa sudah tujuh kali kejadian serupa di lokasi yang sama dalam dua bulan terakhir.
"Bahkan kata warga, kalau saya ikut mengejar, pelaku yang satu lagi pasti membawa kabur sepeda motor saya," tuturnya.
Karena menurut warga sekitar, ada korban sebelumnya yang mengalami hal itu. "Setelah tasnya dirampas kemudian korban mengejar pelaku, eh sepeda motornya juga langsung dibawa pelaku."
Menurutnya, saat itu ada dua orang pelaku. Salah satu pelaku bertugas mengawasi situasi di lokasi kejadian. Pelaku lainnya yang mengeksekusi.
"Setelah aman dia langsung memberikan isyarat kepada pelaku lain dengan mengatakan 'aman' hingga beberapa kali," katanya.
Dia berpesan agar para perempuan yang biasa mengendarai sepeda motor untuk tidak langsung mempercayai kalau ada orang yang memberikan informasi apapun.
"Pokoknya jangan dihiraukan dan berhati-hati atau cepat minta tolong warga," ucapnya.
Label:
investigasi,
pemerasan,
penipuan,
perampokan,
reportase
Awas Jamu Dicampur Obat Kimia !
Waspada! Jamu-jamu Ini Sering Dicampuri Obat Kimia
Jakarta - Salah satu kelebihan jamu adalah minim efek samping karena seluruhnya berasal dari bahan alami. Namun menjadi lain ceritanya jika jamu-jamuan sudah dioplos dengan Bahan Kimia Obat (BKO). Efek jadi lebih cepat, tapi juga lebih bahaya.
"Prinsipnya BKO itu kan obat. Hanya diberikan kalau penyakitnya jelas, dosisnya juga tertentu," kata Drs Bahdar Johan, MPharm, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplementer Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Peraturan dengan tegas melarang pengoplosan jamu dengan BKO. Namun dalam praktiknya, campuran BKO seringkali ditemukan dalam jamu terutama jamu-jamu berikut ini.
1. Pegal linu
"Paling banyak (dicampur BKO) itu jamu pegal linu, biasanya dicampur phenilbutazone atau diclofenac," kata Bahdar. Kedua senyawa obat yang sering dioplos jamu pegal linu itu sebenarnya obat antiradang yang memiliki efek antinyeri jangka pendek.
Obat antiradang yang juga sering dioplos dengan jamu pegal linu adalah dexamethasone. Efek samping pada pemakaian jangka panjang adalah moon-face atau wajah yang membulat seperti bulan.
2. Jamu kuat pria dewasa
"Jamu kuat itu juga sering dicampur BKO. Campurannya sildenafil," kata Bahdar. Sildenafil merupakan obat anti-disfungsi ereksi yang juga sangat populer dengan nama dagang Viagra. Karena sifatnya memacu kerja jantung, penggunaan tanpa pengawasan dokter bisa sangat berbahaya.
3. Jamu pelangsing
"Jamu pelangsing, kalau yang mengandung sibutramine itu memang dilarang," kata Bahdar. Sibutramine merupakan obat pelangsing yang diketahui punya efek merusak ginjal, sehingga sangat dibatasi penggunaannya. Dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan gagal ginjal.
Bahdar mengatakan, lebih aman menggunakan ramuan yang benar-benar alami seperti Ramuan Jati Belanda. Cara kerjanya hanya membatasi penyerapan nutrisi, sehingga lebih aman dibanding obat-obat kimia yang sering berdampak pada jantung maupun ginjal.
4. Jamu masuk angin
Temuan BPOM juga menunjukkan bahwa parasetamol sering ditemukan dalam jamu masuk angin. Efek parasetamol memang bisa meredakan gejala masuk angin seperti pegal-pegal dan tidak enak badan. Namun pada pemakaian jangka panjang, parasetamol bisa memicu kerusakan hati dan ginjal.
5. Jamu batuk pilek
"Ada dugaan, jamu gendong juga mencampurkan CTM (antialergi) dan dexamethasone (antiradang) saat meracik jamu," kata Bahdar. Namun menurutnya, hal ini biasanya dipicu oleh ketidaktahuan. Tidak ada niat untuk menyalahgunakan karena memang tidak tahu kalau bahan tersebut berbahaya.
Dilihat dari fungsinya, CTM adalah antialergi yang sering dipakai dalam campuran obat batuk pilek.
Jakarta - Salah satu kelebihan jamu adalah minim efek samping karena seluruhnya berasal dari bahan alami. Namun menjadi lain ceritanya jika jamu-jamuan sudah dioplos dengan Bahan Kimia Obat (BKO). Efek jadi lebih cepat, tapi juga lebih bahaya.
"Prinsipnya BKO itu kan obat. Hanya diberikan kalau penyakitnya jelas, dosisnya juga tertentu," kata Drs Bahdar Johan, MPharm, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplementer Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Peraturan dengan tegas melarang pengoplosan jamu dengan BKO. Namun dalam praktiknya, campuran BKO seringkali ditemukan dalam jamu terutama jamu-jamu berikut ini.
1. Pegal linu
"Paling banyak (dicampur BKO) itu jamu pegal linu, biasanya dicampur phenilbutazone atau diclofenac," kata Bahdar. Kedua senyawa obat yang sering dioplos jamu pegal linu itu sebenarnya obat antiradang yang memiliki efek antinyeri jangka pendek.
Obat antiradang yang juga sering dioplos dengan jamu pegal linu adalah dexamethasone. Efek samping pada pemakaian jangka panjang adalah moon-face atau wajah yang membulat seperti bulan.
2. Jamu kuat pria dewasa
"Jamu kuat itu juga sering dicampur BKO. Campurannya sildenafil," kata Bahdar. Sildenafil merupakan obat anti-disfungsi ereksi yang juga sangat populer dengan nama dagang Viagra. Karena sifatnya memacu kerja jantung, penggunaan tanpa pengawasan dokter bisa sangat berbahaya.
3. Jamu pelangsing
"Jamu pelangsing, kalau yang mengandung sibutramine itu memang dilarang," kata Bahdar. Sibutramine merupakan obat pelangsing yang diketahui punya efek merusak ginjal, sehingga sangat dibatasi penggunaannya. Dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan gagal ginjal.
Bahdar mengatakan, lebih aman menggunakan ramuan yang benar-benar alami seperti Ramuan Jati Belanda. Cara kerjanya hanya membatasi penyerapan nutrisi, sehingga lebih aman dibanding obat-obat kimia yang sering berdampak pada jantung maupun ginjal.
4. Jamu masuk angin
Temuan BPOM juga menunjukkan bahwa parasetamol sering ditemukan dalam jamu masuk angin. Efek parasetamol memang bisa meredakan gejala masuk angin seperti pegal-pegal dan tidak enak badan. Namun pada pemakaian jangka panjang, parasetamol bisa memicu kerusakan hati dan ginjal.
5. Jamu batuk pilek
"Ada dugaan, jamu gendong juga mencampurkan CTM (antialergi) dan dexamethasone (antiradang) saat meracik jamu," kata Bahdar. Namun menurutnya, hal ini biasanya dipicu oleh ketidaktahuan. Tidak ada niat untuk menyalahgunakan karena memang tidak tahu kalau bahan tersebut berbahaya.
Dilihat dari fungsinya, CTM adalah antialergi yang sering dipakai dalam campuran obat batuk pilek.
Label:
investigasi,
modus operandi,
reportase,
telisik,
telusur
Fenomena Ketindihan Setan
Gangguan Tidur Ini Bikin Orang Lihat Penampakan Makhluk Halus
Jakarta, Mengalami tindihan atau tersadar dari tidur, tetapi tidak bisa bergerak apalagi bangun sudah sangat menyeramkan. Padahal masih ada yang lebih parah, yakni tersadar dan tidak bisa bergerak lalu tiba-tiba ada penampakan makhluk halus.
Tindihan atau sleep paralysis terjadi ketika seseorang mendadak sadar dari tidur, tetapi otot-otot tubuhnya masih dalam kondisi ultra-relaksasi. Akibatnya, tubuh seolah-olah ditindih sesuatu sehingga tidak bisa bergerak sama sekali padahal tidak sedang tidur.
Bagi sebagian orang, kondisi ini sangat menyeramkan apalagi jika dibumbui mitos tentang makhluk halus. Biasanya, orang akan panik saat tubuhnya tidak bergerak bergerak lalu terpikir jangan-jangan dirinya sedang ditindih sejenis makhluk halus.
Tidak hanya sebatas perasaan, terkadang kepanikan itu juga memunculkan halusinasi yang nyata tentang makhluk halus. Carla MacKinnon, seorang pekerja film melakukan riset lalu memfilmkan gangguan ini dengan didanai oleh Wellcome Trust dan akan diputar di Royal College of Arts in London, Mei 2013.
Salah satu pasien sleep paralysis yang ditemui MacKinnon mengatakan dirinya mengalami halusinasi ekstrem saat tindihan. Ia melihat anak kecil berlari-lari di sekitar tempat tidur, lalu mendendangkan lagu tertentu. Kadang, anak itu duduk di batalnya dan mengajaknya bercakap-cakap.
Suatu malam, anak kecil yang muncul dalam halusinasinya itu menanyakan sebuah pertanyaan personal. Saat pasien menolak untuk menjawab, si anak kecil jadi-jadian ini berubah menjadi setan yang menyeramkan.
Bagi seorang pasien lainnya, halusinasi ini bercampur aduk dan susah dipilah dari kehidupan nyata. Pasien yang juga mengalami gangguan tidur narcolepsy (mudah tertidur dalam kondisi tertentu misalnya saat bahagia atau marah) ini pernah mengalami tindihkan, lalu berhalusinasi ada seseorang masuk ke kamarnya.
"Tiba-tiba dia menyadari ada sesuatu yang berbeda. Dia mengalami sleep paralysis, matanya terbuka tetapi sosok yang masih ke rumahnya benar-benar masuk di kehidupan nyata," tutur MacKinnon seperti dikutip dari Livescience.
Sosok itu rupanya bukan makhluk halus, tetapi betul-betul seorang pencuri yang menyusup.
Dalam banyak kasus, MacKinnon mengatakan bahwa ilmu pengetahuan bisa menjelaskan halusinasi semacam itu. Halusinasi ada sosok yang masuk dan mencekik pasien misalnya, bisa terjadi karena pola napas yang seharusnya berjalan otomatis saat tidur.
Namun dalam kondisi sadar, seseorang akan berusaha membawa pola napasnya menjadi tidak otomatis melainkan dikendalikan secara sadar. Akibatnya muncul sensasi seperti tercekik yang sebenarnya hanyalah perubahan pola napas akibat perubahan status tidur.
Jakarta, Mengalami tindihan atau tersadar dari tidur, tetapi tidak bisa bergerak apalagi bangun sudah sangat menyeramkan. Padahal masih ada yang lebih parah, yakni tersadar dan tidak bisa bergerak lalu tiba-tiba ada penampakan makhluk halus.
Tindihan atau sleep paralysis terjadi ketika seseorang mendadak sadar dari tidur, tetapi otot-otot tubuhnya masih dalam kondisi ultra-relaksasi. Akibatnya, tubuh seolah-olah ditindih sesuatu sehingga tidak bisa bergerak sama sekali padahal tidak sedang tidur.
Bagi sebagian orang, kondisi ini sangat menyeramkan apalagi jika dibumbui mitos tentang makhluk halus. Biasanya, orang akan panik saat tubuhnya tidak bergerak bergerak lalu terpikir jangan-jangan dirinya sedang ditindih sejenis makhluk halus.
Tidak hanya sebatas perasaan, terkadang kepanikan itu juga memunculkan halusinasi yang nyata tentang makhluk halus. Carla MacKinnon, seorang pekerja film melakukan riset lalu memfilmkan gangguan ini dengan didanai oleh Wellcome Trust dan akan diputar di Royal College of Arts in London, Mei 2013.
Salah satu pasien sleep paralysis yang ditemui MacKinnon mengatakan dirinya mengalami halusinasi ekstrem saat tindihan. Ia melihat anak kecil berlari-lari di sekitar tempat tidur, lalu mendendangkan lagu tertentu. Kadang, anak itu duduk di batalnya dan mengajaknya bercakap-cakap.
Suatu malam, anak kecil yang muncul dalam halusinasinya itu menanyakan sebuah pertanyaan personal. Saat pasien menolak untuk menjawab, si anak kecil jadi-jadian ini berubah menjadi setan yang menyeramkan.
Bagi seorang pasien lainnya, halusinasi ini bercampur aduk dan susah dipilah dari kehidupan nyata. Pasien yang juga mengalami gangguan tidur narcolepsy (mudah tertidur dalam kondisi tertentu misalnya saat bahagia atau marah) ini pernah mengalami tindihkan, lalu berhalusinasi ada seseorang masuk ke kamarnya.
"Tiba-tiba dia menyadari ada sesuatu yang berbeda. Dia mengalami sleep paralysis, matanya terbuka tetapi sosok yang masih ke rumahnya benar-benar masuk di kehidupan nyata," tutur MacKinnon seperti dikutip dari Livescience.
Sosok itu rupanya bukan makhluk halus, tetapi betul-betul seorang pencuri yang menyusup.
Dalam banyak kasus, MacKinnon mengatakan bahwa ilmu pengetahuan bisa menjelaskan halusinasi semacam itu. Halusinasi ada sosok yang masuk dan mencekik pasien misalnya, bisa terjadi karena pola napas yang seharusnya berjalan otomatis saat tidur.
Namun dalam kondisi sadar, seseorang akan berusaha membawa pola napasnya menjadi tidak otomatis melainkan dikendalikan secara sadar. Akibatnya muncul sensasi seperti tercekik yang sebenarnya hanyalah perubahan pola napas akibat perubahan status tidur.
Penampakan Hantu lewat Media Orbs
Orbs Bukan Penampakan Hantu! Ini Penjelasan Teknisnya
Orbs atau lingkaran-lingkaran berbentuk bulat yang biasanya berwarna putih atau bisa berwarna lain yang timbul karena pantulan dari kamera. Biasanya Orbs muncul di kondisi cahaya gelap dan saat mengunakan lampu kilat.
Orbs muncul karena cahaya lampu kilat yang kuat menyinari benda-benda kecil yang reflektif. Contohnya debu, serangga berukuran sangat kecil dan sebagainya.
Biasanya Orbs lebih banyak timbul di kamera compact/saku di mana jarak antara lampu kilat yang terpasang dengan lensa sangat dekat, sehingga pantulan lampu kilat langsung tertangkap dan mewujudkan Orbs di dalam foto.
Orbs juga bisa timbul karena sensor kamera yang rusak seperti pernah kejadian dengan kamera compact yang sempat cukup heboh di internet.
Orbs sering diasosiasikan dengan penampakan makhluk halus karena seringkali terlihat saat memotret di tempat/kondisi yang gelap. Di tempat yang gelap, pantulan cahaya dari debu atau serangga terlihat lebih jelas.
Jadi, tidak perlu percaya dengan orang yang mengatakan bahwa Orbs adalah hantu atau fenomena supranatural.
Orbs atau lingkaran-lingkaran berbentuk bulat yang biasanya berwarna putih atau bisa berwarna lain yang timbul karena pantulan dari kamera. Biasanya Orbs muncul di kondisi cahaya gelap dan saat mengunakan lampu kilat.
Orbs muncul karena cahaya lampu kilat yang kuat menyinari benda-benda kecil yang reflektif. Contohnya debu, serangga berukuran sangat kecil dan sebagainya.
Biasanya Orbs lebih banyak timbul di kamera compact/saku di mana jarak antara lampu kilat yang terpasang dengan lensa sangat dekat, sehingga pantulan lampu kilat langsung tertangkap dan mewujudkan Orbs di dalam foto.
Orbs juga bisa timbul karena sensor kamera yang rusak seperti pernah kejadian dengan kamera compact yang sempat cukup heboh di internet.
Orbs sering diasosiasikan dengan penampakan makhluk halus karena seringkali terlihat saat memotret di tempat/kondisi yang gelap. Di tempat yang gelap, pantulan cahaya dari debu atau serangga terlihat lebih jelas.
Jadi, tidak perlu percaya dengan orang yang mengatakan bahwa Orbs adalah hantu atau fenomena supranatural.
Waspada Hobi Makan Gorengan!
Kurangi Makan Gorengan, Ini Seabrek Risiko di Balik Rasa Gurihnya
Makan gorengan panas di tengah dinginnya musim penghujan tentu sangat nikmat. Satu potong gorengan rasanya kurang nendang.
Tak terasa lebih dari lima gorengan masuk ke dalam perut. Padahal gorengan adalah makanan yang paling tak disarankan untuk hidup sehat.
Adakah cara bersiasat untuk menghindari dampak negatif gorengan? Dr. Fiastuti menjawabnya dengan mengajak kita berhitung kandungan kalori dalam satu potong gorengan. "Disarankan kita boleh mengonsumsi lemak sebesar 30 persen. Kalau kebutuhan kalori sehari kita untuk aktivitas sedang 1500-1800 kalori, berarti lemak yang boleh dikonsumsi paling banyak 600 kalori," katanya.
Bila satu gram lemak mengandung 9 kalori, berarti lemak yang boleh dikonsumsi dari 600 kalori adalah 66 gram. Dikonversikan pada minyak, satu sendok makan minyak beratnya 10 gram. "Berarti yang diperbolehkan adalah enam sendok makan minyak. Padahal untuk deep fried, tidak mungkin kan hanya menggunakan enam sendok makan minyak," katanya.
Jumlah enam sendok makan minyak itu belum termasuk lemak yang dikonsumsi dari satu potong ayam dengan kulit. "Satu potong ayam dengan kulit mengandung 10 gram lemak. Padahal mungkin sehari kita makan dua atau tiga potong ayam. Belum termasuk, lemak dari telur dan susu," ujar Dr. Fiastuti.
Selain itu, 30 persen lemak yang dikonsumsi sehari seharusnya tidak melulu terdiri dari lemak jenuh. Sebaiknya 30 persen lemak itu terdiri dari 10 persen lemak jenuh, 10 persen lemak tak jenuh tunggal dan 10 persen lemak tak jenuh ganda. Padahal minyak untuk menggoreng itu adalah lemak jenuh. "Dengan hanya 10 persen, jumlah minyak semakin tak cukup untuk menggoreng," katanya.
Jadi dengan kata lain, tak ada tempat untuk gorengan dalam makanan kita sehari-hari? "Tepat sekali," jawab dokter yang setiap hari mengudap makanan kecil serba rebus dan kukus ini. Sedikit minyak itu bisa digunakan untuk menumis sayuran atau sedikit membasahi wajan antilengket ketika menggoreng telur.
Bahaya dari makan gorengan untuk kesehatan ada pada pembuluh darah. Minyak yang sehat seperti minyak kedelai dan zaitun sekali pun, ketika dipanaskan tinggi berubah menjadi lemak trans. Nah, lemak trans inilah yang melukai dan merusak pembuluh darah yang semula mulus. "Ketika terjadi kolesterol berlebih di dalam darah, kolesterol itu menempel di pembuluh yang luka. Penempelan itu semakin banyak hingga akhirnya menyumbat pembuluh darah," papar Dr. Fiastuti.
Bahaya yang lain adalah gorengan berisiko meningkatkan faktor risiko keganasan atau kanker. "Apalagi gorengan yang di jual di pinggir jalan. Di samping mengandung bahaya lemak trans, perhatikan bahaya reaksi minyak panas dengan wajan yang terbuat dari baja," tegasnya. Pikir-pikir dulu deh sebelum jajan gorengan.
Makan gorengan panas di tengah dinginnya musim penghujan tentu sangat nikmat. Satu potong gorengan rasanya kurang nendang.
Tak terasa lebih dari lima gorengan masuk ke dalam perut. Padahal gorengan adalah makanan yang paling tak disarankan untuk hidup sehat.
Adakah cara bersiasat untuk menghindari dampak negatif gorengan? Dr. Fiastuti menjawabnya dengan mengajak kita berhitung kandungan kalori dalam satu potong gorengan. "Disarankan kita boleh mengonsumsi lemak sebesar 30 persen. Kalau kebutuhan kalori sehari kita untuk aktivitas sedang 1500-1800 kalori, berarti lemak yang boleh dikonsumsi paling banyak 600 kalori," katanya.
Bila satu gram lemak mengandung 9 kalori, berarti lemak yang boleh dikonsumsi dari 600 kalori adalah 66 gram. Dikonversikan pada minyak, satu sendok makan minyak beratnya 10 gram. "Berarti yang diperbolehkan adalah enam sendok makan minyak. Padahal untuk deep fried, tidak mungkin kan hanya menggunakan enam sendok makan minyak," katanya.
Jumlah enam sendok makan minyak itu belum termasuk lemak yang dikonsumsi dari satu potong ayam dengan kulit. "Satu potong ayam dengan kulit mengandung 10 gram lemak. Padahal mungkin sehari kita makan dua atau tiga potong ayam. Belum termasuk, lemak dari telur dan susu," ujar Dr. Fiastuti.
Selain itu, 30 persen lemak yang dikonsumsi sehari seharusnya tidak melulu terdiri dari lemak jenuh. Sebaiknya 30 persen lemak itu terdiri dari 10 persen lemak jenuh, 10 persen lemak tak jenuh tunggal dan 10 persen lemak tak jenuh ganda. Padahal minyak untuk menggoreng itu adalah lemak jenuh. "Dengan hanya 10 persen, jumlah minyak semakin tak cukup untuk menggoreng," katanya.
Jadi dengan kata lain, tak ada tempat untuk gorengan dalam makanan kita sehari-hari? "Tepat sekali," jawab dokter yang setiap hari mengudap makanan kecil serba rebus dan kukus ini. Sedikit minyak itu bisa digunakan untuk menumis sayuran atau sedikit membasahi wajan antilengket ketika menggoreng telur.
Bahaya dari makan gorengan untuk kesehatan ada pada pembuluh darah. Minyak yang sehat seperti minyak kedelai dan zaitun sekali pun, ketika dipanaskan tinggi berubah menjadi lemak trans. Nah, lemak trans inilah yang melukai dan merusak pembuluh darah yang semula mulus. "Ketika terjadi kolesterol berlebih di dalam darah, kolesterol itu menempel di pembuluh yang luka. Penempelan itu semakin banyak hingga akhirnya menyumbat pembuluh darah," papar Dr. Fiastuti.
Bahaya yang lain adalah gorengan berisiko meningkatkan faktor risiko keganasan atau kanker. "Apalagi gorengan yang di jual di pinggir jalan. Di samping mengandung bahaya lemak trans, perhatikan bahaya reaksi minyak panas dengan wajan yang terbuat dari baja," tegasnya. Pikir-pikir dulu deh sebelum jajan gorengan.
Skandal Pencurian Pulsa Oleh Operator Seluler
Modus Pencurian Pulsa yang Belum Terendus Polisi
Jakarta - Skandal pencurian pulsa akhirnya akan segera diadili. Awal Maret 2013, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengumumkan berkas penyidikan mereka sudah dinyatakan lengkap dan akan segera dilimpahkan kejaksaan ke pengadilan.
Selain dengan trik konvensional menipu konsumen pengguna telepon seluler, ada modus lain pencurian pulsa yang tak kalah mencengangkan. Sumber Tempo, seorang mantan manajer di perusahaan operator telekomunikasi, yakin kalau modus ini relatif belum banyak diketahui publik. »Bahkan polisi pun belum mengendusnya,” katanya akhir Maret 2013 lalu.
Untuk mudahnya, modus ini disebut "pencucian Simcard" karena mirip dengan metode pencucian uang atau money laundering. "Pencucian Simcard biasanya dilakukan terhadap nomor Simcard yang telah mati tapi masih menyisakan pulsa," kata sumber Tempo ini.
Setiap hari, kata dia, ada ribuan Simcard yang dibuang oleh pemiliknya karena kadaluarsa atau alasan lain. Di dalam setiap Simcard itu, biasanya selalu ada sisa pulsa yang belum terpakai. Nah, operator seluler tidak bisa mengklaim sisa pulsa di Simcard yang mati itu sebagai pendapatan mereka. Pasalnya, meski uangnya sudah masuk ke rekening perusahaan operator seluler, pemiliknya belum menggunakan pulsa tersebut.
»Ketika kita membeli pulsa telepon, pada prinsipnya kita menitipkan uang ke perusahaan telekomunikasi, yang meski tidak bisa ditarik (not refundable) pada dasarnya dana itu tetap uang milik kita, pemakai telepon,” kata sumber ini.
Uang itu baru bisa ditarik menjadi pendapatan perusahaan seluler, kalau pengguna telepon memakai telponnya untuk bercakap-cakap atau mengirim SMS. »Ketika ada layanan yang terpakai, barulah uang itu terkonversi menjadi pulsa dan bisa dihitung sebagai pendapatan perusahaan,” katanya.
Sumber Tempo ini lalu menuturkan bagaimana perusahaan operator seluler lalu bekerjasama dengan content provider untuk menyedot sisa pulsa di ribuan Simcard yang sudah tak dipakai itu.
Caranya, operator »menghidupkan” nomor-nomor Simcard yang kadaluwarsa namun masih ada sisa pulsanya kepada perusahaan content provider. Perusahaan content provider lalu mengirimi SMS premium berkali-kali ke Simcard itu, sampai sisa pulsanya tersedot. »Biasanya operator dan perusahaan content provider berbagi keuntungan dari skema ini,” katanya.
Cerita soal modus ini, kata sumber Tempo, dia dengar langsung dari para pelakunya. "Ini cara cepat mendulang keuntungan di bisnis content provider," katanya. Modus ini hampir tak mungkin terdeteksi, karena tak ada seorang pun yang merasa uangnya hilang. Tapi coba hitung berapa miliar rupiah yang bisa diperoleh dengan cara ini.
Jakarta - Skandal pencurian pulsa akhirnya akan segera diadili. Awal Maret 2013, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengumumkan berkas penyidikan mereka sudah dinyatakan lengkap dan akan segera dilimpahkan kejaksaan ke pengadilan.
Selain dengan trik konvensional menipu konsumen pengguna telepon seluler, ada modus lain pencurian pulsa yang tak kalah mencengangkan. Sumber Tempo, seorang mantan manajer di perusahaan operator telekomunikasi, yakin kalau modus ini relatif belum banyak diketahui publik. »Bahkan polisi pun belum mengendusnya,” katanya akhir Maret 2013 lalu.
Untuk mudahnya, modus ini disebut "pencucian Simcard" karena mirip dengan metode pencucian uang atau money laundering. "Pencucian Simcard biasanya dilakukan terhadap nomor Simcard yang telah mati tapi masih menyisakan pulsa," kata sumber Tempo ini.
Setiap hari, kata dia, ada ribuan Simcard yang dibuang oleh pemiliknya karena kadaluarsa atau alasan lain. Di dalam setiap Simcard itu, biasanya selalu ada sisa pulsa yang belum terpakai. Nah, operator seluler tidak bisa mengklaim sisa pulsa di Simcard yang mati itu sebagai pendapatan mereka. Pasalnya, meski uangnya sudah masuk ke rekening perusahaan operator seluler, pemiliknya belum menggunakan pulsa tersebut.
»Ketika kita membeli pulsa telepon, pada prinsipnya kita menitipkan uang ke perusahaan telekomunikasi, yang meski tidak bisa ditarik (not refundable) pada dasarnya dana itu tetap uang milik kita, pemakai telepon,” kata sumber ini.
Uang itu baru bisa ditarik menjadi pendapatan perusahaan seluler, kalau pengguna telepon memakai telponnya untuk bercakap-cakap atau mengirim SMS. »Ketika ada layanan yang terpakai, barulah uang itu terkonversi menjadi pulsa dan bisa dihitung sebagai pendapatan perusahaan,” katanya.
Sumber Tempo ini lalu menuturkan bagaimana perusahaan operator seluler lalu bekerjasama dengan content provider untuk menyedot sisa pulsa di ribuan Simcard yang sudah tak dipakai itu.
Caranya, operator »menghidupkan” nomor-nomor Simcard yang kadaluwarsa namun masih ada sisa pulsanya kepada perusahaan content provider. Perusahaan content provider lalu mengirimi SMS premium berkali-kali ke Simcard itu, sampai sisa pulsanya tersedot. »Biasanya operator dan perusahaan content provider berbagi keuntungan dari skema ini,” katanya.
Cerita soal modus ini, kata sumber Tempo, dia dengar langsung dari para pelakunya. "Ini cara cepat mendulang keuntungan di bisnis content provider," katanya. Modus ini hampir tak mungkin terdeteksi, karena tak ada seorang pun yang merasa uangnya hilang. Tapi coba hitung berapa miliar rupiah yang bisa diperoleh dengan cara ini.
Label:
investigasi,
modus operandi,
reportase
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
Layanan kemanjaan lelaki hidung belang metropolitan makin lengkap. Setelah sarang-sarang maksiat ‘langsung tembak’ makin kentara, layanan pl...
-
Ratusan spa, panti pihat, dan pijat refleksi yang bertebaran di berbagai sudut jalan, dan bahkan kini sudah menjamur di berbagai pusat perbe...
-
Cungkok Kirim Devisa Rp 40 Milyar Ke China JAKARTA -Sejumlah tempat hiburan di Jakarta mulai menggeliat dua pekan pasca Lebaran. Wanita pe...
-
Dear All, Berdasarkan informasi yang ada, pergilah gw ber-2 sama temen ke Sun City. Bener, bhw tempatnya ok banget, dapet makan gratis. Tapi...
-
Hindarilah ML pada saat pasangan anda sedang dalam masa subur. Bagaimana cara mengetahui masa suburnya? Ada 3 cara memprediksi masa subur...
-
Ya bro just sharing kalau di negeri orang harus super hati2 Bebrapa tahun yang lalu terjadi pada teman ku si shen Zen China Di pinggir jal...
-
Wajib Jaga Privacy Klien Surabaya - Siapa bilang hanya kaum Adam yang doyan ‘jajan’? Di era emansipasi ini, kalangan Hawa pun seakan tak m...
-
SEMARANG, Praktik prostitusi memang tidak melihat tempat. Di mana pun mereka bisa bertransaksi atas bisnis esek-esek tersebut. Seperti halny...
-
'Sonia Mansion', Jalan Bisnis Esek-esek Online Jakarta--Satuan Reserse Mobile Polda Metro Jaya mengungkap bisnis esek-esek melalui ...
-
Penerapan Undang-Undang Lalu Lintas No22 Tahun 2009 sudah dimulai. Salah satu yang paling ramai menjadi bahan pembicaraan adalah keharusan p...