Rahasia Terlarang Cara Cerdas Dan Elegan Balas Dendam Pasangan yang SELINGKUH !!!

Dituduh Chatting Mesra dengan Teman Lama, Wanita di Bandung Diadili Kasus UU ITE

Bandung - Wisni Yetty (47), kini duduk di kursi pesakitan. Ia terancam enam tahun penjara gara-gara dituduh chatting mesra dengan temannya saat ia masih duduk di bangku SMP. Suaminya melaporkan ke polisi. Wisni diadili dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Wisni membantah telah melakukan apa yang dituduhkan.

Peristiwa itu terjadi pada 2011 silam. Wisni menjalin komunikasi dengan Nugraha, teman masa kecilnya. Wisni berada di Bandung, Nugraha di Padang, Sumatera Barat. Mereka berkomunikasi melalui chatting di facebook.

Chatting Wisni dan Nugraha diketahui suaminya, Haska Etika. Ia diam-diam 'membobol' facebook istrinya pada Oktober 2011. Pada 2013, Haska menggugat cerai Wisni. Ketika dalam proses perceraian, tahun yang sama Wisni melaporkan suaminya karena KDRT. Kasus itu hingga kini masih P19.

Haska lalu melaporkan isi chatting Wisni pada Februari 2014 ke Polda Jabar dengan tuduhan mendistribusikan dan mentransmisikan kalimat atau bahasa yang bersifat asusila.

Wisni sempat ditahan sembilan hari di Polda Jabar, karena dituduh melarikan diri, saat ia pergi ke rumah orangtuanya di Padang.

Akhirnya ibu tiga anak ini mulai disidang sekitar November 2014. Ia didakwa pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Pada kamis digelar sidang kedelapan dengan pemeriksaan saksi di Ruang III PN Bandung, Jalan LRE Martadinata. Dua orang penyidik dari Polda Jabar dimintai keterangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suharja menanyakan kembali kronologi penyidikan yang dilakukan penyidik Polda Jabar kepada saksi. Suharja menanyakan terkait pemeriksaan dan soal print out hasil chatting sebanyak 3 bundel yang menjadi barang bukti.

Menurut pengakuan saksi penyidik, saat itu pihaknya mendapatkan 3 bundel bukti percakapan di facebook itu dari pelapor pada saat melaporkan kasus tersebut ke Polda Jabar.

"Tiga bukti dokumen berupa hasil print out itu didapat dari Haji Aska (Haska Etika-pelapor). Ketika nanya apakah itu sesuai dengan hasil percakapan, beliau mengatakan iya namun yang aslinya sudah dibakar. Sebelum dibakar difotocopy terlebih dahulu," ujar salah seorang saksi.

Sementara itu dari pihak Penasehat Hukum terdakwa yakni Suryantara juga ikut mencecar saksi dengan sejumlah pertanyaan. Pihaknya mempertanyakan terkait bundelan hasil print out percakapan.

"Berapa jumlah lembar hasil print out tersebut?" tanya Kuasa Hukum. Saksi menjawab sekitar lebih dari 300 halaman. Suryantara kemudian menunjukkan kepada majelis hakim bahwa menurut keterangan salah satu saksi, jumlah kertas hasil print out tersebut hanya 200 lembar.

Menurut kuasa hukum Wisni yang lainnya, Rusdi Arlond, dari hasil digital forensik, kata-kata mesra atau tidak senonoh yang dituduhkan tidak terbukti. "Klien saya hanya curhat tentang masalah KDRT yang dialaminya kepada temannya. Klien saya tidak mengakui adanya percakapan asusila itu, dan tidak terbukti dari digital forensik," katanya usai sidang.

Sementara itu dalam persidangan, Majelis Hakim yang diketuai oleh Saptono dan dua Hakim anggota yakni Janverson Sinaga dan Barita Lumban Gaol itu juga mempertanyakan salah satu tersangka lain yang tidak dihadirkan di persidangan. Tersangka lainnya yakni Nugraha yang merupakan lawan chatting Wisni di dalam Facebook tersebut.

"Ini kan Nugraha statusnya ini tersangka ditulis di sini. Kenapa dia tidak ada di sini? Kan perbuatan ini dilakukan dua orang, Ibu Wisni dan Nugraha ini. Mengapa mereka tidak dipertemukan di sini?" tanya majelis hakim keheranan.

Jaksa kemudian menjawab bahwa Nugraha belum bisa dihadirkan sebagai seorang terdakwa karena pada saat pemeriksaan berkas kasus ini Nugraha dalam kondisi sakit.

"Yang bersangkutan belum karena saat itu kondisinya sakit stroke," jawab Jaksa.

Hakim juga mempertanyakan mengapa Nugraha tidak ditahan di Bandung saja untuk memperlancar proses hukum atas kasus ini.

"Nugraha dalam berkas ini jadi tersangka, kenapa tidak dipanggil? Kenapa tidak dipertemukan dalam persidangan? Bagaimana ini," kata Hakim Janverson.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan.

Ada Suami Gugat Istri, Saatnya UU ITE Direvisi

Jakarta - Pasal karet! Demikian Pasal 27 dan turunannya di UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dituding oleh penggiat kebebasan berekspresi dan pihak lainnya.

Menurut Direktur Eksekutif ICT Watch Donny B.U., pasal karet merupakan sebutan pasal yang bisa ditarik ulur berdasarkan kepentingan dari pihak pelapor. Mungkin benar ada beberapa kasus terkait pencemaran nama baik yang diakomodir oleh pasal ini, tetapi harus diakui jika pasal ini juga bisa digunakan untuk meredam kritik.

"Bisa juga untuk meredam kritik terhadap anti korupsi. Jadi pasal ini bisa digunakan secara suka-suka, di banyak kasus banyak digunakan untuk melakukan tekanan asimetrik kekuasaan. Digunakan oleh orang yang berkuasa kepada yang kurang berkuasa," jelas Donny.

Kasus terbaru adalah, Pasal 27 ayat 1 UU ITE jadi 'senjata' bagi seorang suami untuk menyeret (mantan) istrinya ke meja hijau dengan bermodal catatan komunikasi (rekam jejak chatting) di akun Facebook.

Peristiwa yang terjadi pada tahun 2011 ini menimpa Wisni Yetty. Ibu tiga anak ini menjalin komunikasi dengan Nugraha, teman masa kecilnya. Wisni berada di Bandung, Nugraha di Padang, Sumatera Barat. Mereka berkomunikasi melalui chatting di Facebook.

Chatting Wisni dan Nugraha diketahui suaminya, Haska Etika. Ia diam-diam membobol Facebook istrinya pada Oktober 2011. Pada 2013, Haska menggugat cerai Wisni. Ketika dalam proses perceraian, tahun yang sama Wisni melaporkan suaminya karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasus itu hingga kini masih P19.

Haska lalu melaporkan isi chatting Wisni pada Februari 2014 ke Polda Jabar dengan tuduhan mendistribusikan dan mentransmisikan kalimat atau bahasa yang bersifat asusila.

Wanita 47 tahun ini sejatinya telah membantah tuduhan tersebut. Namun apa daya, ia tetap dipaksa duduk di kursi pesakitan dan didakwa pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU ITE.

Terkait kasus Wisni, Donny berpendapat sebaiknya negara tidak mencampuri yang dilakukan di ruang privat (akun media sosial). Ini menunjukkan bahwa Pasal 27 UU ITE dengan turunannya (ayat 1,2 dan 3) sudah saatnya untuk direvisi karena rentan menimbulkan masalah.

"Alasannya ya itu tadi, komunikasi privat bisa diancam pidana, kebebasan ekspresi seperti mengkritik bupati bisa dipidana," jelasnya.

"Saya sebenarnya mengapresiasi sikap dan niatan Kementerian Kominfo dan Komisi 1 DPR untuk melanjutkan revisi UU ITE di Prolegnas 2015 (Program Legislasi Nasional) yang sudah masuk di urutan ke-8," lanjut Donny.

Sekarang tinggal bagaimana stakeholder terkait sama-sama mendorong agar revisi UU ITE khususnya Pasal 27 benar-benar terjadi. Sebab begitu masuk Prolegnas artinya sudah tidak panjang lagi jalannya.

Tetapi pihak terkait cuma punya waktu sedikit untuk menyiapkan naskah akademis, RUU, komunikasi dengan Kominfo dan Komisi 1 DPR untuk meyakinkan apa yang harus direvisi.

"Waktunya sudah pendek, jangan sampai kita lengah dan tidak siap untuk membahasnya. Teman-teman di Civil Society sedang konsolidasi untuk bagi-bagi tugas menyiapkan draft RUU sandingan, naskah akademik, edukasi ke masyarakat, dan mengawal kasus yang terjadi terkait UU ITE," kata Donny.

"Termasuk untuk kasus Wisni. Dalam acara dialog kebebasan berekspresi di media sosial kemarin, ibu itu mengungkap ke kita dan di hadapan menkominfo dan Komisi 1 DPR, dari situ teman-teman baru tahu dan bertindak. Mulai dari LBH Pers dan lainnya untuk mengawal kasus ini," tandasnya.

Ketika UU ITE Jadi Senjata Balas Dendam Suami

Jakarta - Diseret ke meja hijau oleh (mantan) suami sendiri mungkin tak pernah ada di kepala Wisni Yetty. Namun itulah yang terjadi, ibu tiga anak ini kini harus duduk di kursi pesakitan dengan ancaman UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Peristiwa ini bermula pada tahun 2011 silam. Wisni menjalin komunikasi dengan Nugraha, teman masa kecilnya. Wisni berada di Bandung, Nugraha di Padang, Sumatera Barat. Mereka berkomunikasi melalui chatting di Facebook.

Chatting Wisni dan Nugraha diketahui suaminya, Haska Etika. Ia diam-diam 'membobol' Facebook istrinya pada Oktober 2011. Pada 2013, Haska menggugat cerai Wisni. Ketika dalam proses perceraian, tahun yang sama Wisni melaporkan suaminya karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasus itu hingga kini masih P19.

Haska lalu melaporkan isi chatting Wisni pada Februari 2014 ke Polda Jabar dengan tuduhan mendistribusikan dan mentransmisikan kalimat atau bahasa yang bersifat asusila.

Menurut Damar Juniarto, Regional Coordinator Southeast Asia Freedom of Expression Network (SafeNet), kasus Wisni konteksnya adalah hubungan suami istri, dimana sang istri melaporkan KDRT suami sehingga berujung proses perceraian.

"Adapun pasal yang dipakai untuk mendakwa si istri (Wisni-red.) merupakan sebagai bungkus balas dendam suami, karena saat mengakses Facebook istrinya, ia menemukan ada komunikasi antara si istri dengan orang yang dikenalnya lama saat SMP," lanjut Damar.

"Jadi UU ITE khususnya pasal 27 ayat 1 yang didakwakan memfasilitasi sang suami untuk balas dendam kepada istrinya," tegasnya saat berbincang dengan detikINET.

Pelanggaran privasi juga dianggap telah terjadi dalam kasus ini. Damar berpendapat, dalam konteks perkawinan, hubungan suami istri memang harusnya tak ada rahasia. Tetapi privasi itu secara otomatis muncul jika sudah masuk ke ranah media sosial.

"Yang lucu soal privasi ini, hakim di PN Bandung sepertinya tak paham dalam privasi bersosial media dan rumah tangga. Ada pelanggaran suami mem-print out hasil komunikasi di Facebook Bahkan Wisni menyebut ada penambahan bahan, dan tak dipertanggungjawabkan. Apalagi password akun Facebook tersebut sudah diganti oleh si suami," papar Damar.

"Sebetulnya, si suami bisa dikenai ancaman pidana karena telah melanggar privasi, tapi ini tak dilakukan oleh si istri karena tak memperpanjang masalah karena pertimbangan anak-anaknya," pungkasnya.

Ini Pasal UU ITE untuk Menjerat Istri yang Chatting Mesra

Jakarta - Wisni Yetty jadi korban terbaru UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia dipidanakan oleh suaminya sendiri lantaran dituding melakukan chatting mesra via Facebook dengan teman lamanya.

Wanita 47 tahun ini memang telah membantah tuduhan tersebut. Namun apa daya, ia tetap dipaksa duduk di kursi pesakitan dan didakwa pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU ITE.

Pasal 27 ayat (1) UU ITE sendiri berbunyi: "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan."

Ancaman dari pasal tersebut tak main-main. Tersangka bisa dipidana sampai 6 tahun dan/atau denda Rp 1 miliar. Seperti yang diatur dalam pasal 45 (1) UU ITE, "Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)".

Peristiwa ini sendiri bermula pada tahun 2011 silam. Wisni menjalin komunikasi dengan Nugraha, teman masa kecilnya. Wisni berada di Bandung, Nugraha di Padang, Sumatera Barat. Mereka berkomunikasi melalui chatting di Facebook.

Chatting Wisni dan Nugraha diketahui suaminya, Haska Etika. Ia diam-diam 'membobol' Facebook istrinya pada Oktober 2011. Pada 2013, Haska menggugat cerai Wisni. Ketika dalam proses perceraian, tahun yang sama Wisni melaporkan suaminya karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasus itu hingga kini masih P19.

Haska lalu melaporkan isi chatting Wisni pada Februari 2014 ke Polda Jabar dengan tuduhan mendistribusikan dan mentransmisikan kalimat atau bahasa yang bersifat asusila.

Wisni sempat ditahan sembilan hari di Polda Jabar, karena dituduh melarikan diri, saat ia pergi ke rumah orangtuanya di Padang.

Saat ini proses persidangan masih berlangsung. Dimana pada Kamis, digelar sidang kedelapan dengan pemeriksaan saksi di Ruang III PN Bandung, Jalan LRE Martadinata. Dua orang penyidik dari Polda Jabar dimintai keterangan.

Rahasia Terlarang Kenapa Kota Jakarta Bisa Sering Macet Parah !!!

Jakarta, Kota Paling Macet di Seluruh Dunia

Jakarta -Jakarta macet, Jakarta macet, itulah kalimat yang sering dilontarkan oleh masyarakat Indonesia khususnya Jakarta dan sekitarnya. Bukan sekedar ucapan, buktinya Jakarta memang menjadi kota paling macet di antara kota-kota besar lainnya di seluruh dunia.

Itu bukan sekedar penilaian orang lho, tetapi berdasarkan survei produsen oli Castrol yang menuangkannya dalam Castrol Magnetec Stop-Start index. Survei tahun 2014 yang dilakukan oleh Castrol ini melibatkan kota-kota besar yang ada di seluruh dunia.

Castrol menghitung jumlah berapa kali di kota itu kendaraan melakukan start-stop (berjalan dan berhenti) per tahunnya. Data itu didapatkan dari data GPS pengguna Tomtom di seluruh dunia.

Hasil survei itu menunjukkan Jakarta adalah kota paling macet. Di Jakarta 1 mobil dalam setahun bisa mengalami 33.240 stop-start. Jadi dalam setahun mobil bisa endut-endutan dalam kemacetan sebanyak 33.240 kali.

Kendaraan pun mengalami masa idling (diam tak bergerak) terlama di seluruh dunia. Di Indonesia total waktu idling adalah 27,22 persen. Itu artinya dari keseluruhan waktu berkendara, 27 persennya habis terjebak dalam kemacetan.

Selain Jakarta, kota paling macet lainnya diduduki oleh Istanbul, Turki dengan total 32.525 stop-start, dilanjutkan dengan Mexico City dengan total 30.840 stop-start.

Posisi keempat diduduki lagi oleh kota yang ada di Indonesia. Ya, jawabannya adalah Surabaya dengan total 29.880 stop-start, dilanjutkan dengan Petersburg, Rusia 20.040 stop-start, Moskow, Rusia 28.680 stop-start, Roma, Italia 28.680 stop-start, Bangkok, Thailand 27.480 stop-start, Guadalajara, Meksiko 24.840 stop-start dan terakhir Buenos Aires, Argentina 23.760 stop-start.

Sementara jika dibalik, kota mana yang memiliki lalu lintas yang ramah buat berkendara? Jawabannya adalah berikut:

10. Kosice, Slovakia 7.440 stop-start
9. Copenhagen, Denmark 7.440 stop-start
8. Brno, Ceko 7.320 stop-start
7. Porto, Portugal 7.200 stop-start
6. Antwerp, Belgia 7.080 stop-start
5. Brisbane, Australia - 6.960 stop-start
4. Abu Dhabi, Uni Emirat Arab 6.840 stop-start
3. Bratislava, Slovakia 6.840 stop-start
2. Rotterdam, Belanda 6.360 stop-start
1. Tampere, Finlandia 6.240 stop-start

Pukulan Telak, Jakarta Kota Termacet di Dunia

Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Jakarta dinobatkan sebagai kota termacet di dunia. Hal tersebut terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Castrol Magnetec dengan menghitung Stop-Start Index. Kendati demikian, hasil survei tersebut dipertanyakan oleh Pengamat Transportasi Ellen Tangkudung.

Ellen mendesak Pemerintah Daerah Jakarta untuk segera mengambil kebijakan konkret yang dapat dilakukan sesegera mungkin untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Kebijakan konkret yang dimaksudkan adalah dengan melakukan revitalisai angkutan umum yang ada di Jakarta.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan tersebut bukanlah kebijakan yang sulit untuk segera dilakukan dan diterapkan oleh Pemda Jakarta.

"Yang utama sebenarnya banyak kok kebijakan yang tidak sulit seperti penambahan jumlah Busway, toh bisnya juga sudah banyak. Kemudian, revitalisasi angkutan umum yang ada," tutur Ellen saat dihubungi oleh CNN Indonesia.

Diakui memang saat ini sudah ada beberapa upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi parahnya kemacetan di Jakarta, seperti mulai dibangunnya jalur Mass Rapid Transportation (MRT) di sejumlah jalan utama di Jakarta. Kendati demikian, hal tersebut dipandang memerlukan waktu yang lama untuk mengatasi kemacetan Jakarta.

Usaha lainnya adalah dengan mengenalkan bus layang. Bentuk bus layang mirip kereta dengan empat gerbong. Bentuknya juga mirip bus tingkat, tetapi jauh lebih besar dan lebar karena mobil-mobil lain bisa melaju di bawah bus layang. 

"Dengan pembangunan infrastruktur tidak bisa dalam waktu cepat. Mau bikin bus layang yang tengah dibangung masih tiga tahun lagi selesai. Sedangkan MRT masih empat tahun lagi. Kan macetnya hari ini," tegas Ellen.

Desakan kepada Pemda untuk segera merevitalisasi angkutan umum di Jakarta juga didukung oleh Pengamat Transportasi Tigor Nainggolan. Menurutnya hanya ada satu hal yang menjadi standar dalam proses revitalisasi, yakni membuat angkutan umum di Jakarta memiliki kualitas layaknya kendaraan pribadi.

"Ya standarisasinya, kendaraan umum harus nyaman seperti kendaraan pribadi dong. Tahu dong seperti apa?  Ya Aman, tidak bau rokok, tidak ada bau terbakar, orang asik kalau naik angkutan umum. Kemudian juga keberadaannya jelas, ada gitu loh," terangnya.

Selain itu, penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) juga dinilai dapat mereduksi kemacetan di Jakarta dalam waktu yang tidak terlalu lama. "Kalau begitu orang pakai kendaraan pribadi kan jadi mikir, nanti keluar biaya," tegasnya.

Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Termacet Sedunia, JK: Kenyataannya Begitu

Jakarta - Berdasarkan survei produsen oli Castrol yang menuangkannya dalam Castrol Magnetec Stop-Start index, Ibukota DKI Jakarta dinobatkan sebagai kota paling macet di dunia. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun mengakui hal tersebut.

"Mau terima tidak terima, kenyataannya begitu," ujar JK saat dimintai komentarnya di kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakpus, Kamis (5/2/2015).

Untuk menanggapi hasil survei tersebut, JK pun mengatakan Indonesia harus memperbaikinya sehingga tidak dinobatkan kembali sebagai kota termacet sedunia. Perbaikan yang dinilai cukup penting disebut JK adalah dengan mempercepat proyek Mass Rapid Transportation (MRT) seperti yang tengah digarap di Jalan MH Thamrin.

"Reaksi, harus diperbaiki. Jalan Thamrin kan dipercepat pembangunan itu. Cuma itu saja, pembangunan public transport dan itu saja 45 triliun itu," kata pria asal Makassar tersebut.

Menurut JK, pembangunan MRT saja tak cukup untuk mengurangi masalah macet di Ibukota. Ia pun mengatakan pembangunan transportasi publik lainnya diperlukan dalam hal ini.

"Harus ditambah. Kita harus punya 85 kilo baru safe jakarta ini. Gabungan antara subway, light train dan sebagainya. Kira- itu 85 kilo. Kita telat," JK menjelaskan.

Tak hanya itu, pembangunan proyek jalan disebut JK perlu diperhatikan antara masing-masing lembaga. Dengan begitu, tidak ada lagi tumpang tindih yang terjadi dan menyebabkan terhambatnya pembangunan.

"PU hanya memperbaiki jalan nasional. Kalau jalan di Jakarta ini hampir semuanya tugas DKI. Di sini semua tanggung jawab, jadi tidak tumpang tindih," tegas JK.

Meskipun Jakarta dinobatkan sebagai kota termacet, JK tidak merasa khawatir turis yang akan datang ke Indonesia berkurang. Sebab menurutnya, para turis biasanya justru pergi mencari destinasi wisata ke daerah di luar Jakarta.

"Wisatawan tidak ke Jakarta kan. Lebih banyak ke luar daerah. Di Bali, di Batam. Tidak ke Jakarta. Yang ke Jakarta itu lebih banyak bisnis," tutup mantan Ketum Golkar tersebut.

Survei yang dilakukan Castrol untuk tahun 2014 melibatkan kota-kota besar yang ada di seluruh dunia. Castrol menghitung jumlah berapa kali di kota itu kendaraan melakukan start-stop (berjalan dan berhenti) per tahunnya. Data didapatkan dari data GPS pengguna Tomtom di seluruh dunia.

Hasilnya, di Jakarta 1 mobil dalam setahun bisa mengalami 33.240 stop-start yang berarti dalam setahun, mobil bisa 'endut-endutan' dalam kemacetan sebanyak 33.240 kali. Jakarta pun menjadi kota yang paling macet di seluruh dunia.

Hasil survei itu menunjukkan Jakarta adalah kota paling macet. Di Jakarta 1 mobil dalam setahun bisa mengalami . Jadi dalam setahun mobil bisa endut-endutan dalam kemacetan sebanyak 33.240 kali.

Kendaraan pun mengalami masa idling (diam tak bergerak) terlama di seluruh dunia. Di Indonesia total waktu idling adalah 27,22 persen. Itu artinya dari keseluruhan waktu berkendara, 27 persennya habis terjebak dalam kemacetan.

Posisi kedua kota termacet di dunia setelah Jakarta menurut survei Castrol diduduki oleh Istanbul, Turki, dan yang ketiga adalah Mexico City. Kota termacet di dunia keempat lagi-lagi disandang oleh kota yang ada di Indonesia, yaitu Surabaya dengan total 29.880 stop-start.

Rahasia Terlarang Sukses Ngeseks Dengan Paris Hilton !!!

Start with her DOG !!!

Sudah tua bangka masih doyan setubuhi anjing Chihuahua

Pria asal Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, bernama Manuel Ramon Gozalez, 61 tahun, akhirnya mengaku berhubungan seks dengan anjing peliharaan keluarganya, Chihuahua, setelah tepergok istrinya.

Tabloid Mirror melaporkan, istri Gonzalez melihat kelakuan bejat suaminya itu melalui kamera pengawas (CCTV) di rumah. Polisi kemudian menangkap pria itu.

"Rasanya tak masuk akal kenapa manusia melakukan ini. Perbuatan ini tak bisa dibenarkan," kata Dave Walesky, pekerja pengawas binatang di Palm Beach County.

Pengadilan menjatuhkan sanksi bagi Gonzalez dengan hukuman percobaan selama setahun. Istrinya kini tengah mengajukan cerai setelah kejadian itu.


Rahasia Terlarang Rasa Sepong Maut Gairah Tunggal

Yang Dirasakan Wanita Saat Melakukan Oral Seks untuk Pasangan

Jakarta - Salah satu foreplay favorit pria adalah oral seks. Meski begitu, biasanya wanita enggan memberikan stimulasi seks lewat mulut pada pria. Banyak alasan yang membuat wanita kerap menolak memberikan rangsangan tersebut, mulai dari memikirkan higienis hingga tidak tahu tekniknya yang benar.

Ketika wanita akhirnya bersedia melakukan oral seks, bagi mereka aktivitas tersebut membutuhkan konsentrasi tinggi. Wanita pun bisa menjadi stres karena khawatir apa yang mereka lakukan tidak disukai pasangannya. Berikut ini yang kerap melintas di pikiran wanita saat memberikan pasangannya oral seks:

1. Seksi Tapi Juga Membuat Grogi
Wanita bisa merasa bergairah ketika memikirkan untuk memberikan pasangannya oral seks. Ketika aktivitas seks itu benar-benar dilakukan sebagian wanita menikmatinya, namun sebagian lagi tidak. Di satu sisi oral seks membuat mereka merasa seksi dan memiliki kekuatan untuk memuaskan pasangannya. Namun di sisi lain mereka juga grogi dan khawatir apakah mereka sudah melakukannya dengan benar.

2. Kesal Kalau Dipaksa
Wanita akan memberikan pasangannya oral seks hanya jika mereka benar-benar menginginkannya. Ketika mereka sudah bertekad melakukan oral seks, wanita akan berusaha membuat pasangannya ejakulasi dengan teknik tersebut. Namun jangan pernah memaksanya dengan mendorong kepalanya. Tindakan tersebut bisa membuatnya tersedak.

3. Memikirkan Semuanya
Saat sudah mulai melakukan oral seks, wanita bukan hanya bekerja dengan mulut dan tangannya tapi juga otaknya. Wanita akan memikirkan semuanya seperti penggunaan lidah, tangan dan bibir, kapan harus menyentuh area lainnya, apakah dia harus lebih cepat atau lambat, dan apakah dia menikmatinya. Untuk para pria, disarankan langsung berikan tips pada pasangan jika memang oral seks yang dilakukan tidak disukai. Arahkan dengan lembut apa yang sebaiknya dilakukan.

4. Kebersihan
Dalam urusan oral seks, wanita sangat peduli dengan masalah kebersihan. Area Mr. Happy yang berbau kurang sedap bisa membuat wanita ilfil untuk melakukan seks oral. Terlebih lagi jika di area tersebut ada rambut-rambut yang mengganggu. Ada baiknya jika sebelum bercinta, pria melakukan grooming terlebih dahulu misalnya dengan merapikannya menggunakan gunting rambut atau mencukurnya.

5. Lelah
Ketika wanita bersedia melakukan oral seks untuk pasangannya, pastinya mereka ingin tujuan akhir dari aktivitasnya itu adalah sang suami mendapatkan ejakulasinya. Meski demikian bukan berarti juga wanita mau terus melakukan aktivitas tersebut hingga lebih dari 15 menit dan berharap pasangannya bisa 'selesai'. Wanita juga bisa merasa lelah karena harus terus menundukkan kepala dan lehernya pun dapat terasa tegang saat memberikan suami oral seks. Sehingga mereka butuh istirahat atau melakukan foreplay lainnya. Untuk para pria, jika merasa tidak bisa ejakulasi dengan oral seks dari istri sebaiknya jangan paksa wanita terus melakukan aktivitas tersebut.

Rahasia Terlarang Coli Nikmat Dengan Sabun Kesayangan

Istri Dijatah Sekali Sebulan, Suami Ternyata Main Sabun

SURABAYA - Karin, 42 punya alasan jengkel kepada suaminya. Selain hanya dijatah sekali sebulan dalam urusan pemberian nafkah batin, Donjuan ternyata punya kebiasaan menyalurkan hasrat.

Pria berusia 45 tahun itu bersolo karier di kantor. Gaya fantasi Donjuan ditunjukkan di depan anak buahnya.

Tragisnya lagi, ternyata “buih” fantasinya itu diwadahi botol, dikumpulkan, lantas dijejer di gudang rumah.

Karin mengetahui aktivitas yang dilakukan suaminya itu sampai menggunakan sabun ketika bermasturbasi.

“Saya itu baru tahu saat mau pindah rumah. Kok, di gudang ada banyak botol isi sperma, ya,” ungkap Karin di sela-sela sidang pertamanya di Pengadilan Agama Surabaya, Jawa Timur seperti yang dilansir Radar Surabaya.

Seperti diketahui, Karin menggungat cerai suaminya. Gugatan cerai itu didaftar akhir Januari 2015 karena merasa malu dengan aksi yang ditunjukkan suaminya.

Rahasia Terlarang Yayasan Pembokat Sebentar Lagi Bangkrut

Iklan Malaysia Lecehkan Indonesia, JK: Harus Minta Maaf!




JAKARTA -- Sebuah perusahaan pembuat alat pembersih, RoboVac, membuat iklan dengan mencantumkan tulisan "Fire Your Indonesian Maid Now" (Pecat Pembantu Indonesia). Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menegaskan pihak perusahaan harus meminta maaf kepada Indonesia terkait hal ini.

JK mengatakan, pemerintah tengah meminta penjelasan dari perusahaan tersebut atas iklan yang dibuatnya.

"Ya kita baru minta penjelasan lebih lanjut. Kita tidak bisa bertindak hanya iklan seperti itu saja. Harus tarik saja, harus minta maaf," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara.

JK mengatakan pemerintah tak bisa mengkontrol adanya iklan tersebut. Iklan yang dibuat untuk menarik perhatian itu pun dinilai tak etis.

"Kita tidak bisa mengkontrol. Etikanya saja yang salah. Itu kan iklan, berarti ingin menarik perhatian, komersial tapi tidak etis," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, Indonesia pernah memberikan moratorium kepada Malaysia terkait iklan yang menawarkan jasa pembantu rumah tangga asal Indonesia dengan potongan harga.

"Oh itu malah kita minta selesaikan. Malaysia kan pernah kita moratorium. Kalau perlu hentikan, hentikan," jelasnya.

Sementara itu, melalui siaran persnya, KBRI Kuala Lumpur mendesak pemerintah Malaysia untuk melarang iklan pelecehan warga negara Indonesia.

KBRI juga meminta otoritas Malaysia memastikan iklan produk apapun yang bersifat rasis dan menciderai perasaan bangsa Indonesia tak terulang kembali. Pada 3 Februari 2015, KBRI Kuala Lumpur telah melayangkan nota protes kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia atas iklan perusahaan pembuat alat pembersih, RoboVac, tersebut.

Pemerintah Indonesia pun sangat menyayangkan tindakan perusahaan swasta RobVac yang sangat tidak sensitif dan merendahkan martabat rakyat Indonesia dalam membuat iklan. Selain itu, KBRI juga telah mengirimkan retainer lawyer untuk menemui pihak perusahaan dan mengambil langkah-langkah hukum selanjutnya.

KBRI juga telah melaporkan pemasangan iklan tersebut kepada Kepolisian Wilayah Selangor. Menurut hasil pengecekan, iklan pelecehan WNI tersebut memang beredar. Namun, letaknya sudah dipindahkan dan tidak lagi terlihat oleh publik.

Rahasia Terlarang Pacaran Sambil Ngeseksss

Kontroversi Buku Belajar Pacaran
Ingat Ya, Pacaran Tidak Sama dengan Cinta dan Aktivitas Seksual

Jakarta, Memasuki fase remaja dengan segala respons akibat pubertas, daya tarik dengan lawan jenis pun mulai muncul. Dari yang awalnya saling suka, sampai kemudian menjadi 'pacaran'.

Menurut psikolog anak dan keluarga RS Pondok Indah, Roslina Verauli, MPsi pacaran sebenarnya memiliki terminologi yang jelas dan mengarah pada kegiatan yang 'having fun'. Tak melulu kemudian malah diidentikkan dengan sesuatu yang menjurus pada aktivitas seksual.

"Dari perspektif psikologi, konsep tentang pacaran itu harus dilihat dari kacamata berbeda. Harus dibedakan konsep antara pacaran, cinta dan aktivitas seksual," ungkap psikolog yang akrab disapa Vera ini.

Vera menambahkan, jika ditelaah dari sisi psikologi satu persatu, pacaran merupakan kegiatan antara dua orang atau pasangan yang melakukan aktivitas bersama. Tidak selalu harus pada aktivitas yang sifatnya mesra, misalnya bermain game bersama atau jalan-jalan.

"Ini bisa melebarkan ranah sosialisasi, meningkatkan keterampilan interpersonal, dan mengenal lawan jenis. Kalau sudah dewasa, pacaran artinya kan berbeda, lebih kepada mencari pasangan hidup. Intinya, secara psikologi dan secara pandangan orang awam seringkali berbeda," imbuhnya.

Sementara cinta lebih mengarah pada emosi, yang kemudian memengaruhi pikiran dan perilaku seseorang. Nah, untuk aktivitas seksual, Vera menyebutkan kata ini dekat dengan arti biologis. Dalam hal ini yang memiliki tujuan untuk memiliki keturunan.

Oleh sebab itu, agar konsep pacaran yang sesuai dengan sisi psikologis ini diinterpretasikan dengan tepat, baik anak, remaja maupun orang tua perlu membedakan terlebih dahulu antara pacaran, cinta dan aktivitas seksual.

Ini agar para anak dan remaja bisa berperilaku sesuai kebutuhan usianya, sementara orang tua juga bisa mendekatkan diri dengan anak-anaknya tanpa berpikiran yang 'aneh-aneh'.

Popular Posts