Rahasia Terlarang Nikmatnya Orgasme !!

Pria-pria yang Tak Bisa Merasakan Nikmatnya Orgasme

Jakarta, Kesulitan merasakan orgasme biasanya lebih banyak dialami wanita. Meski jumlahnya tak sebanyak wanita, namun kesulitan merasakan orgasme juga bisa dialami kaum pria.

"Ada (pria yang tak bisa merasakan orgasme), tapi frekuensinya amat sedikit dibandingkan dengan gangguan orgasme pada wanita," jelas dr Andri Wanananda, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta, seperti pernah disampaikannya.

dr Andri menjelaskan gangguan orgasme pada pria adalah terhambatnya atau tidak tercapainya orgasme yang bersifat persisten atau berulang setelah memasuki fase rangsangan (excitement phase) selama melakukan aktivitas seksual.

"Pria yang mengalami hambatan orgasme tetap dapat mencapai ereksi dan ejakulasi. Jadi, sensasi erotiknya yang tidak dirasakan," tambah dr Andri.

Penyebabnya antara lain:

Faktor fisik
1. Multiple sclerosis
2. Penyakit Parkinson
3. Huntingtons Chorea
4. Lumbar sympathectomy.

Obat-obatan
1. Tricyclic antidepressants
2. Monoamine oxidase inhibitors.

Faktor psikis
1. Kecemasan
2. Perasaan takut menghamili
3. Kejemuan terhadap pasangan.

Untuk mengatasi hambatan orgasme karena penyakit, penyebabnya harus diatasi dulu. Untuk mengatasi penggunaan obat yang menjadi penyebab, obat-obat tersebut harus dihentikan. Sedangkan untuk mengatasi hambatan orgasme karena penyebab psikis, diperlukan behavioral therapy atau terapi perilaku.

Rahasia Terlarang Cabe-Cabean Perawan !! Ga Semuanya Murah !!

Kisah Pengakuan ABG Cabe-cabean

Kisah pelaku cabe-cabean ada macam-macam. Lain Dini dan lain pula cerita Sasya. Dini tadinya 'cabe' di arena balapan liar. Dia jadi piala bergilir 'pebalap liar' remaja sejak kelas 1 SMP. Saat masih kelas II SMP, Dini sudah melepas kegadisannya senilai Rp 15 juta. Sekarang Dini sudah berhenti jadi 'cabe' di balapan liar.

Chito kenal Dini sudah lama. Sejak Chito sering ikut balapan liar ketika Dini masih SMP sudah jadi 'cabe-cabean' di balapan liar. Dini tertarik dengan Chito karena terkenal.

Setelah lama hubungan antara Chito dan Dini berakhir, tiba-tiba Dini menghubungi Chito tiga bulan lalu. Dini meminta Chito memasarkan dirinya. Chito pun mengiyakan. Rupanya sejak tak berhubungan lagi dengan Chito, Dini menjajakan sendiri.

Imbalan untuk Chito tak besar. Setiap habis disewa Dini cuma mengajak Chito nongkrong, dibelikan minuman keras dan makanan lain. "Paling dia habiskan Rp 100.000 untuk saya," ucap Kemplang kepada Warta Kota.

**

Sosok Sasya sebenarnya bukan 'cabe' di balapan liar. Orangtuanya sudah tak ada. Ibunya bekerja mencuci pakaian milik tetangganya. Sasya tinggal di gang sempit di kawasan Cipondoh, Tangerang. Dia menjual kegadisannya karena alasan ekonomi.

Menurut Chito, Sasya dikenalnya di sebuah pusat perbelanjaan dua bulan lalu. Kemudian keduanya sering saling kontak dan jalan bareng. Tapi baru tiga minggu lalu Sasya meminta Chito menjual kegadisanya.

Chito mengaku, menjual Dini lebih mudah ketimbang menjual Sasya. "Kalau Sasya harus bos-bos soalnya. Saya belum punya kenalan bos. Kalau Mas punya bos mau, kabari saja. Atau tawarin saja sekalian, naikan tarifnya. Nanti kelebihannya untuk Mas," kata Chito kepada Warta Kota.

Di bisnis 'cabe' yang masih gadis ini agak berbeda ketimbang yang sudah tidak gadis. Ada istilah 'dioper' di bisnis 'cabe' gadis. Dioper itu seperti dijual oleh pihak ketiga atau pihak lain. Jadi yang menjual adalah temannya Chito.

Makanya tidak heran kalau tarifnya semakin mahal. Belum lagi ada istilah 'uang berisik'. Uang berisik ini diberikan konsumen ke penjual terakhir. Besaranya beragam, tergantung kesepakatan antara Rp 500.000 sampai Rp 2 juta.

Di Jakarta pasaran 'cabe' gadis paling mahal Rp 30 juta, adanya di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi di CNI, Kembangan, Jakarta Barat, harga cabe gadis cuma Rp 10 juta-Rp 15 juta. "Makanya nanti Sasya mau coba saya tawarkan di Kemayoran. Bisa lebih tinggi di sana," kata Kemplang.

Tarif 'Cabe-cabean' Perawan Rp 30 Juta

Remaja laki-laki berusia sekitar 16 tahun langsung bersemangat begitu melihat ada sebuah mobil berhenti, Jumat (28/3/2014) malam. "Mencari `cabe-cabean' Om," tanyanya kepada seorang pengendara mobil.

Waktu sudah menunjukkan hampir lewat tengah malam alias dini hari di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, tidak jauh dari Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Remaja itu tak sendiri. Dia berlima dengan rekannya, masing-masing membawa sepeda motor.

Dari lima remaja itu, empat diantaranya mengaku masih duduk di kelas X SMK. Seorang lagi sudah putus sekolah sejak SMP. Mereka punya bisnis `cabe-cabean', tapi baru dalam tahap merintis.

Masa kini

Pemimpin kelompok ini se­orang remaja bergaya masa kini. Memakai topi terbalik dan celana menyempit di ujungnya. Bicaranya santai dan cepat akrab. Ia meminta dipanggil Chito (bukan panggilan sebenarnya).

Diantara rekan-rekannya, baru dia yang punya stok 'cabe-cabean'. "Saya punya dua 'cabe' yang siap diantar apabila ada yang memesan jasanya," katanya terus terang.

Satu cabe masih gadis. Usianya baru 16 tahun dan masih duduk di kelas X SMA. Wajahnya cantik, kulitnya putih, dan rambutnya panjang. Namanya Sasya (bukan nama sebenarnya). "Itu dijamin masih gadis (perawan). Harganya Rp 20 juta," ujar remaja ini kepada Warta Kota.

Kemudian satu cabe lainnya jauh lebih murah karena bukan gadis lagi. Sama seperti Sasya, dia masih duduk di kelas X SMA. Namanya Dini (bukan nama sebenarnya). Sekali melayani tamu tarifnya Rp 500.000. "Satu kali saja, Mas dan tinggal mencari hotel saja," kata remaja itu.

Tapi, Dini tak bisa melayani tamu di atas pukul 22.00 lantaran harus pulang ke rumah pada jam itu. Kecuali di akhir pekan. Sedangkan Sasya hanya bisa sampai pukul 17.00, di mana orangtuanya mengharuskan Sasya sudah pulang.

 Balap liar

Dini dan Sasya punya perbedaan. Dini tadinya 'cabe' di arena balapan liar. Dia jadi piala bergilir 'pebalap liar' remaja sejak kelas 1 SMP. Saat masih kelas II SMP, Dini sudah melepas kegadisannya senilai Rp 15 juta. Sekarang Dini sudah berhenti jadi 'cabe' di balapan liar.

Sementara Sasya bukan 'cabe' di balapan liar. Orangtuanya sudah tak ada. Ibunya bekerja mencuci pakaian milik tetangganya. Sasya tinggal di gang sempit di kawasan Cipondoh, Tangerang. Dia menjual kegadisannya karena alasan ekonomi.

Chito kenal Dini sudah lama. Sejak Chito sering ikut balapan liar ketika Dini masih SMP sudah jadi 'cabe-cabean' di balapan liar. Dini tertarik dengan Chito karena terkenal.

Chito terkenal di arena balap liar dengan panggilan Kemplang dan cukup disegani. Motornya keren karena sudah dimodifikasi sana-sini. Bannya diganti ban sepeda. Cat motornya diganti warna-warni. Warna motornya juga terang.

Makanya, banyak 'cabe' tertarik, termasuk Dini. Tapi Chito sering bergonta-ganti 'cabe'. "Saya sudah lupa ada berapa 'cabe' yang pernah sama saya. Banyak banget," kata Kemplang sambil garuk-garuk kepala, Sabtu (29/3) sore.

Sore itu Chito nongkrong di Taman Semanan Indah, Kalideres, Jakarta Barat. Di situ juga tempat nongkrong 'cabe-cabean'. Makanya sore itu ada sederet anak motor lain yang nongkrong. Begitu juga 'cabe-cabean', sibuk berputar-putar naik motor minta digoda.

Setelah lama hubungan antara Chito dan Dini berakhir, tiba-tiba Dini menghubungi Chito tiga bulan lalu. Dini meminta Chito memasarkan dirinya. Chito pun mengiyakan. Rupanya sejak tak berhubungan lagi dengan Chito, Dini menjajakan sendiri.

Imbalan untuk Chito tak besar. Setiap habis disewa Dini cuma mengajak Chito nongkrong, dibelikan minuman keras dan makanan lain. "Paling dia habiskan Rp 100.000 untuk saya," ucap Kemplang kepada Warta Kota.

Sementara Sasya, menurut Chito dikenalnya di sebuah pusat perbelanjaan dua bulan lalu. Kemudian keduanya sering saling kontak dan jalan bareng. Tapi baru tiga minggu lalu Sasya meminta Chito menjual kegadisanya.

Chito mengaku, menjual Dini lebih mudah ketimbang menjual Sasya. "Kalau Sasya harus bos-bos soalnya. Saya belum punya kenalan bos. Kalau Mas punya bos mau, kabari saja. Atau tawarin saja sekalian, naikan tarifnya. Nanti kelebihannya untuk Mas," kata Chito kepada Warta Kota.

Di bisnis 'cabe' yangmasih gadis ini agak berbeda ketimbang yang sudah tidak gadis. Ada istilah `dioper' di bisnis 'cabe' gadis. Dioper itu seperti dijual oleh pihak ketiga atau pihak lain. Jadi yang menjual adalah temannya Chito.

Makanya tidak heran kalau tarifnya semakin mahal. Belum lagi ada istilah `uang berisik'. Uang berisik ini diberikan konsumen ke penjual terakhir. Besaranya beragam, tergantung kesepakatan antara Rp 500.000 sampai Rp 2 juta.

Di Jakarta pasaran 'cabe' gadis paling mahal Rp 30 juta, adanya di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi di CNI, Kembangan, Jakarta Barat, harga cabe gadis cuma Rp 10 juta-Rp 15 juta. "Makanya nanti Sasya mau coba saya tawarkan di Kemayoran. Bisa lebih tinggi di sana," kata Kemplang.

Ini Dia Lokasi Ramai 'Cabe-cabean' di Jakarta Selatan

JAKARTA - Ramainya fenomena gadis penyedia jasa esek-esek di bawah umur atau lebih dikenal dengan istilah cabe-cabean menarik ditelusuri dan dipetakan beberapa lokasi ramai cabe-cabean di wilayah Jakarta Selatan. Lokasi pertama berada di simpang Fatmawati tepatnya depan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Jalan Raya Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan.

Pada lokasi ini, cabe-cabean yang berusia sekira 14 sampai dengan 16 tahun biasa beroperasi mulai dari pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 02.00 WIB. Para cabe-cabean menggunakan modus mengamen untuk menawarkan jasanya kepada pengendara, khususnya pengendara roda empat saat lampu lalulintas menyala merah.

Apabila harga dan kesepakatan cocok, para cabe-cabean biasa menawarkan jasa mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 1,5 juta per pesanan.
Lokasi kedua bertempat di Taman Ayodya, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berbeda halnya dengan di lokasi pertama, cabe-cabean pada lokasi ini terlihat tertutup dan samar dengan para pengunjung yang datang. Namun memasuki pukul 22.00 hingga pukul 02.00 WIB, khususnya pada malam menjelang hari libur, para cabe-cabean terlihat ramai berkeliling dan mulai mendekati pengunjung laki-laki yang tengah duduk di taman.

Pada satu kesempatan wartawan mencoba memastikan keberadaan cabe-cabean yang kebanyakan berasal dari wilayah Subang, Sumedang dan Indramayu, Jawa Barat. Beberapa memasang tarif mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1 juta per malam. Setali tiga uang, lokasi berikutnya bertempat di kawasan Kemang, tepatnya di Jalan Raya Ampera, Mampang, Jakarta Selatan.

Pada lokasi ini, cabe-cabean terlihat modis dan biasa menghabiskan waktu di dalam ataupun depan beberapa club malam yang biasa beroperasi di lokasi tersebut. Sedikit memilih, cabe-cabean pada lokasi ini lebih menyeleksi calon pelanggannya.

Biasanya mereka memilih pelanggan yang memiliki usia tidak terlalu tua dan memiliki kendaraan mewah. Namun, pada beberapa kesempatan melihat beberapa cabe-cabean menyanggupi untuk diajak oleh beberapa pria dewasa.

Kasi Rehabilitasi Sudin Sosial Jakarta Selatan Miftahul Huda pun membenarkan beberapa lokasi tersebut ramai cabe-cabean. Keberadaan cabe-cabean tersebut adalah salah satu bentuk bisnis prostitusi baru di wilayah Jakarta Selatan.

"PSK (Pekerja Seks Komersial-red) bermotor ataupun di lokasi karaoke atau hotel sudah ada di wilayah Melawai dan Blok M, nah bisnis cabe-cabean ini yang mulai muncul di Jakarta Selatan. Kita sudah coba tertibkan dan berhasil menangkap beberapa, tapi sepi sehari-dua hari, besoknya muncul lagi," ujarnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk bekerjasama dan bersedia untuk melapor kepada Sudin Sosial Jakarta Selatan apabila mengetahui keberadaan cabe-cabean tersebut. Karena, ungkapnya, dirinya sangat miris melihat beberapa generasi muda sudah terjun dalam bisnis haram pada usia dini.

Rahasia Tersembunyi Baterai Laptop yang Suka Ngedrop

Amankan Baterai Laptop Anda

Di balik kenyamanannya, laptop menyimpan masalah lawas bagi pengguna, yaitu baterai. Akhirnya, banyak yang menggunakan laptop sambil mengisi ulang baterai melalui listrik agar tetap bisa beraktivitas.

Akan tetapi, tidak sedikit pula yang memilih untuk mencopotnya dan langsung menghubungkan laptop ke sumber listrik. Menurut Teknisi Komputer dari Great Power Computer, Casei Bakrie, kedua cara tersebut sebenarnya memiliki risiko terhadap kinerja perangkat elektronik itu. Apabila memutuskan tetap memasang baterai, dalam jangka panjang baterai laptop bisa kembung dan kinerjanya mulai menurun.

"Kalau daya baterai sudah penuh seratus persen tapi masih terus di-charge, nantinya baterai akan mudah panas dan cepat drop," ujar Casei saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

Sedangkan jika mencabut baterai ketika mengoperasikan laptop, risikonya justru jauh lebih besar. Sebab, listrik akan langsung menuju hardware tanpa adanya penyesuaian tenaga, sehingga komponen laptop menerima tegangan yang berlebihan.

"Apalagi kalau tiba-tiba ada pemadaman listrik. Efeknya bisa merusak mother board, hard disk, IC Power, dan beberapa komponen lain," papar dia.

Untuk meminimalisir risiko, dia menyarankan, sebaiknya baterai tetap terpasang ketika laptop dioperasikan. Namun, saat indikator power sudah menunjukan angka 99 persen sebaiknya segera cabut adaptor laptop.

Sebaliknya, apabila indikator sudah mendekati 20-10 persen, segera pasang kembali adaptornya. Sebab, kalau laptop dibiarkan mati total karena kehabisan tenaga, juga berbahaya bagi kondisi baterai.

"Biasanya akan muncul peringatan kalau tenaga baterai sudah berada di bawah 10 persen. Tapi kalau mau lebih aman, bisa pasang alarm untuk mengingatkan. Software untuk peringatan kondisi baterai banyak kok di internet," terang dia.

Namun demikian, sambung Casei, ada beberapa vendor yang sudah mengantisipasi masalah tersebut. Misal, untuk beberapa produk Lenovo biasanya sudah diatur supaya tidak bisa mengisi daya sampai 100 persen dan hanya berhenti di 99 persen.

Sedangkan untuk produk buatan Asus dan Acer, umumnya menggunakan teknologi auto switch power. Dengan begitu, arus listrik akan otomatis terputus jika tenaga yang masuk sudah mencapai batas maksimal.

"Buat laptop keluaran tahun 2013 ke atas biasanya sudah menggunakan teknologi ini, termasuk laptop yang yang memakai baterai jenis polymer,” ungkap dia.

Lebih lanjut Casei menerangkan, untuk mengetahui apakah baterai sudah mengalami kerusakan dan penurunan kinerja, dapat dilihat dari indikator power yang terletak di pojok kanan bawah layar laptop. Jika terdapat tanda silang merah ketika laptop sedang di-charge meski baterai masih terpasang, maka itu adalah gejala kerusakan baterai.

"Kalau ada tanda silang tapi baterai masih kuat bekerja selama 3-4 jam tanpa perlu diisi ulang, maka baterai masih bisa diperbaiki. Tapi, bila baterai hanya bertahan 30-40 menit tanpa tenaga tambahan, artinya kinerja baterai sudah menurun dan perlu diganti," ujarnya.

Rahasia Terlarang Wanita Dan Sebuah Kenikmatan Masturbasi !

Wanita Pernah Masturbasi Setidaknya 1 Kali Selama Hidup?

Jakarta - Banyak orang menganggap masturbasi hanya dilakukan oleh pria saja. Kalaupun itu dilakukan wanita, jumlahnya sangat sedikit ketimbang pria. Namun studi terbaru mengungkapkan fakta yang berbeda.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Arizona State University, sebagian besar wanita diketahui juga bermasturbasi setidaknya satu kali seminggu. Hal itu pun telah dipublikasikan dalam Journal of Sex Research.

Para peneliti telah menganalisa hasil wawancara dengan 20 wanita yang direkrut secara konvensional maupun lewat situs periklanan Craigslist. Meskipun sample penelitian terbilang kecil, namun cakupannya cukup beragam mulai dari usia, ras, suku dan orientasi seksual. Semua wanita yang menjadi partisipan setuju untuk terlibat dalam penelitian tentang seks ini, yang mengindikasikan kalau mereka adalah pribadi yang lebih bebas dan berpikiran terbuka.

Dari hasil penelitan terungkap, 20 sample yang diteliti mengaku pernah melakukan masturbasi. Para wanita tersebut diketahui pernah masturbasi sedikitnya satu kali dalam hidup mereka. Ada yang pernah satu kali hingga beberapa kali sehari. Dari penelitian yang sama juga ditemukan, 18 dari 20 wanita dilaporkan memakai sex toys saat beraktivitas seksual sendirian maupun bersama pasangan mereka.

Meskipun pernah masturbasi, tak sedikit dari responden yang masih menganggap kalau aktivitas sensual tersebut adalah 'pekerjaan' pria. Sebagian kecil dari mereka mengatakan bahwa pria cenderung lebih sering masturbasi secara rutin. Beberapa responden juga mengungkapkan kalau mereka bermasturbasi bukan sekadar untuk kepuasan sendiri tapi lebih untuk menyenangkan pasangan mereka.

Masih dari hasil penelitian yang sama, banyak wanita yang merasa kalau melakukan solo sex ini membuat mereka bahagia. Masturbasi menjadi cara mereka untuk lebih mengenali tubuh sendiri dan sebagai bentuk penerimaan diri. Mereka dilaporkan merasakan manfaat yang hebat dari masturbasi seperti rasa sukacita, kegembiraan, melepaskan stres dan membantu mereka bereksperimen untuk menemukan rangsangan-rangsangan yang bisa membuat mereka merasakan kenikmatan seksual.

Seperti dirangkum Wolipop dari berbagai sumber, masturbasi juga bisa meredakan sakit kepala. Hal itu karena oksitosin dalam otak dilepaskan saat masturbasi. Oksitosin merupakan pereda nyeri alami yang bisa mengurangi sakit kepala. Dari penelitian lainnya terungkap juga bahwa masturbasi juga membuat tidur lebih nyenyak. Ini berlaku untuk wanita maupun pria. Ketika Anda masturbasi, beban pikiran terasa ringan dan endorfin dalam tubuh meningkatkan relaksasi sehingga membuat tidur lebih nyenyak.

Rahasia Tersembunyi Pake Bra Aman Nyaman dan Menggairahkan !

Berapa Lama Idealnya Gunakan Bra Agar Tak Beresiko Kanker?

Bra atau penyangga payudara adalah suatu hal yang wajib digunakan oleh para wanita, terutama para remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Menggunakan bra dipercaya bisa membuat bentuk payudara tetap indah dan kencang.

Namun tahukah, jika menggunakan bra terlalu lama juga tak baik untuk kesehatan?

Dikutip dari DuniaFitnes.com, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengenakan bra terlalu lama dapat menimbulkan suhu disekitar payudara meningkat dan memacu timbulnya kanker payudara. Seorang ilmuwan bernama Soma Grismaijer asal Sydney, Australia melakukan sebuah penelitian mengenai berapa lama waktu yang tepat dan sehat mengenakan bra bagi wanita.

Grismaijer pun mengungkapkan bahwa waktu yang ideal bagi wanita untuk mengenakan bra adalah kurang dari 12 jam. Maka ia menyarankan para wanita untuk mengenakan bra minimal 12 jam sehari untuk mencegah resiko kanker payudara. Hal ini ia kemukanan atas dasar penelitian yang telah ia lakukan terhadap 4.500 wanita di lima kota besar di Amerika Serikat.

Wanita yang mengenakan bra selama 24 jam sehari lebih beresiko terserang kanker payudara ketimbang wanita yang jarang mengenakan bra. Hasil studi tersebut pun Graismaijer tuangkan dalam buku yang berjudul ‘Dresses To Kill: The Link Between Breast Cancer and Bras’.

Ia juga menyarankan para wanita untuk mengistirahatkan payudara saat tidur, yang artinya jangan mengenakan bra saat tertidur. Secara global, lebih dari 70% wanita yang terkena kanker payudara pada dasarnya tak memiliki resiko kanker payudara.

Namun dari hasil penelitian, diduga bahwa kebiasaan mengenakan bra dalam waktu yang lama serta kebiasaan mengenakan bra dengan ukuran yang tak sesuai juga memicu resiko kanker.

Gerakan Tangkap Sergap Gebuk Cincang Copet di Jalanan (GTSGCCJ)

Aksi berani siswa SMK kejar pencopet di Kopaja bak di film

Aksi Cornelius (17) bak di film action. Pelajar SMK ini nekat mengejar dua orang pencopet yang beraksi di atas Kopaja 95 jurusan Kalideres-Tanah Abang.

Ceritanya, Cornelius baru sadar kecopetan setelah turun dari Kopaja tersebut. Dia yakin HP miliknya telah berpindah tangan dicopet dua pemuda yang menyamar sebagai pengamen di Kopaja.

Cornelius kemudian mengejar Kopaja yang melaju dengan menggunakan taksi.

Kanit Reskrim Polsektro Tanjung Duren AKP Khoiri mengatakan, korban mulai mengejar dua tersangka, Syamsul Bahri (20) dan Eko Saputra (33) saat dirinya turun dari Kopaja. Korban yakin jika kedua tersangka yang menyaru sebagai pengamen tersebut masih ada di atas Kopaja.

"Korban mengejar Kopaja hingga ke perempatan Tomang," kata Khoiri, Rabu (2/4).

Korban yang melihat korban masih berada di atas Kopaja kemudian meneriaki keduanya. Kedua tersangka kemudian loncat meski bus masih melaju.

Kedua tersangka ditangkap setelah warga yang berada mengepung mereka. Sebelum diserahkan ke polisi, keduanya juga sempat ditelanjangi.

Khoiri menjelaskan, modus mengamen hanya akal-akalan tersangka. Buktinya dari tangan tersangka, polisi tidak mendapatkan barang bukti berupa alat musik.

Kedua tersangka yang sekarang sudah mendekam di penjara Mapolsektro Tanjung Duren dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Rahasia Terlarang Kurang Ngentot Bikin Kepala Jebot !!

Kepala Sering Pusing akibat Jarang Bercinta

Pasangan suami istri (pasutri) yang telah menikah bertahun-tahun kerap kehilangan hasrat untuk bercinta. Aktivitas seksual tak lagi menjadi prioritas utama lantaran pasutri merasa masih banyak kepentingan keluarga lainnya yang juga wajib didahulukan.

Tracey Cox, pakar seks, mengatakan bahwa pasutri zaman sekarang semakin sering mengurangi frekuensi bercinta. Semakin lama Anda menikah dan hidup bersama dengan pasangan, semakin jarang berhubungan intim.

Penelitian mengatakan bahwa pasangan yang tidak aktif secara seksual, maka kebahagiaan rumah tangganya akan menurun sebanyak 50 hingga 70 persen. Selain itu, terdapat tujuh efek buruk akibat jarang bercinta, berikut uraiannya:

1. Kurang bercinta membuat hubungan terasa hambar
Bercinta adalah hubungan intimasi yang menguatkan fondasi bagi pasutri. Komunikasi antarfisik ini umumnya dilakukan dengan memeluk, mencium, dan saling terlelap sembari saling mendekap. Untuk pria, bercinta bisa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan rasa cinta mereka pada pasangan, terutama jika mereka adalah tipe orang yang sulit mengungkapkan perasaan lewat kata-kata. 

2. Kurang bercinta membuat Anda mudah marah

Mungkin Anda tidak percaya bahwa bercinta dapat menyeimbangkan hormon dan emosi. Manfaat bercinta yang satu ini akan lebih terasa ketika Anda sedang menghadapi masalah atau tekanan di tempat kerja atau lingkungan sosial. Momen bercinta yang sarat aksi dan “manuver” yang mampu membuat Anda dan suami mencapai tahap klimaks dapat membuat hati dan pikiran lebih tenang. Seperti yang kita ketahui bahwa bercinta dapat mengeluarkan hormon bahagia untuk Anda dan pasangan.

3. Kurang bercinta dapat menurunkan rasa percaya diri
Rasa minder dan tidak percaya diri bukan sebatas persoalan kaum lajang saja, masalah ini juga bisa dihadapi oleh pasangan suami istri yang telah menikah dalam kurun waktu lama. Frekuensi bercinta yang semakin berkurang setiap hari membuat kepercayaan diri menurun.

Perasaan dicintai dan diinginkan oleh pasangan kental terasa sewaktu melakukan hubungan seksual. Maka dari itu, jarang bercinta ampuh meluruhkan motivasi dan semangat hidup seseorang.

4. Kurang bercinta dapat membuat bodoh
Para ilmuwan menemukan fakta yang menyatakan bahwa aktivitas seksual bersama pasangan yang Anda cinta dapat mengasah kecerdasan dan meningkatkan memori pada otak. Jadi, bukan hanya baik secara kesehatan fisik, bercinta juga bermanfaat untuk kesehatan mental Anda.

5. Kurang bercinta menyebabkan perselingkuhan

Saat pasangan tengah bergairah, tetapi Anda sering kali menolak ajakannya untuk bermesraan karena sedang malas bercinta dengannya, maka kemungkinan dirinya berselingkuh sangat besar. Selain itu, pasangan yang rajin bercinta tetapi tidak puas secara seksual juga berpotensi mencari “kenikmatan” duniawi tersebut bersama orang lain.

6. Kurang bercinta mengakibatkan kepala sering pusing
Orgasme akan melepaskan oksitosin dan endorfin yang bisa membantu meringankan migrain, nyeri menstruasi, dan nyeri punggung.

7. Kurang bercinta membuat usia lebih pendek
Studi menunjukkan bahwa risiko kematian akan meningkat ketika Anda jarang bercinta. Angka kematian pria usia tengah baya akan menurun 50 persen jika mereka sering bercinta dan mengalami orgasme setidaknya dua kali sebulan. Bercinta dua kali seminggu juga akan mencegah penyakit jantung pada pria dan wanita, mengurangi risiko kanker payudara, kanker prostat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Popular Posts