Rahasia Terlarang Jurus Standar Durasi Perkentotan

Cedera saat Bercinta
Bercinta Lama-lama Tak Realistis dan Bikin Cedera, Ini yang Ideal

Jakarta, Menurut sebuah survei, durasi bercinta itu bervariasi tapi rata-rata pasangan suami istri hanya menghabiskan waktu 10-14 menit. Lebih dari itu apakah bisa menyebabkan cedera?

"Bisa juga kalau si wanita enggak sensitif sedangkan waktu orgasme prianya agak lama. Jadi lama-kelamaan cairan lubrikasinya kering, jadinya iritasi tadi karena yang ideal kan kalau mencapai orgasme itu berbarengan," terang Dr Andri Wanananda MS ketika dihubungi detikHealth.

Anggota Asosiasi Seksologi Indonesia itu pun menambahkan sebenarnya lama-tidaknya durasi pasangan saat bercinta itu tergantung dari kebugaran fisik masing-masing pihak serta usianya.

"Kalau masih muda setiap hari juga enggak masalah, kalau yang usianya sudah kepala enam atau tujuh paling ya sebulan sekali. Yang penting itu tadi ya, ada sexual response cycle (tahapan bercinta dimulai dari foreplay, vagina terlubrikasi sehingga mencapai tahap excited sampai akhirnya orgasme) sama atas persetujuan bersama," imbuhnya.

Kemampuan untuk melakukan hubungan seks dengan durasi yang panjang juga tak bisa diperoleh begitu saja. Pasutri harus banyak berlatih mengendalikan diri, termasuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, rutin berolahraga dan pandai memanfaatkan berbagai posisi bercinta.

Mengetahui manfaat dan kerugian dari berbagai posisi bercinta itu sendiri juga tak dapat diperoleh hanya dari satu-dua kali bercinta.

Lalu bagaimana dengan pengantin baru yang masih menggebu-gebu di malam pertama? dr. Andri yang juga staf pengajar di FK Universitas Tarumanegara Jakarta ini sepakat, "Pengantin baru yang sering ya sakit atau vaginanya berdarah-darah karena tidak melakukan sexual response cycle tadi. Si prianya juga enggak tau, pas ereksi dia langsung penetrasi padahal si ceweknya kan harus sampe pada tahap excited tadi jadi dia enggak bisa langsung."

Untuk itu, dr. Andri menekankan pentingnya edukasi seks, terutama di negara berkembang seperti Indonesia yang masih menganggap pendidikan seks itu tabu dan konotasinya adalah penyebaran pornografi.

"Ingat fungsi hubungan seksual itu 3R, Reproduksi (menghasilkan keturunan), Rekreasi (mencapai kenikmatan) dan Relasi (hubungan, dalam hal ini ya institusi pernikahan itu), jadi memang sexual education itu perlu apalagi buat calon pengantin baru," tutupnya.

About Blogger

Jakarta Sex and Mystery Magazine "JakartaBatavia Magz" - Enjoy and Relax here.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :