Rahasia Terlarang Seks Sedarah

Lima Hal Nyeleneh Masyarakat Mesir Kuno yang Telah Punah

Sejarah mencatat, Mesir kuno merupakan bangsa besar dengan peradabannya yang tinggi. Mesir juga telah memberi sumbangsih besar bagi dunia dengan temuan-temuannya yang dampak positifnya dapat dirasakan oleh mansyarakat modern saat ini.

Namun, hal itu bukan berarti Mesir terlepas dari sisi gelapnya. Peradaban Mesir kuno mengenal kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya yang tidak lazim bahkan cenderung nyeleneh. Berikut ulasannya seperti dikutip dari laman boombastis.com.

1. Perkawinan Sedarah Dianggap Hal Lumrah


Dari judulnya sudah sangat mengerikan. Ya, perkawinan sedarah tentu masuk kategori aksi amoral yang sangat tidak beretika. Bahkan agama pun sangat mengutuk perbuatan itu. Jika kelakuan semacam itu ada di zaman sekarang, maka pelakunya bisa dipidana dan dikenai sanksi sosial. Akan tetapi, ternyata masyarakat Mesir Kuno lazim melakukan hal ini.

Pada aturan yang diterapkan pada masyarakat Mesir kuno, saudara sekandung bisa menikah, ayah pun dihalalkan mempersunting putri kandungnya sendiri dan sebagainya. Ternyata, ada tujuan khusus di balik kelakuan bejat itu.

Mereka semata-mata ingin menjaga keaslian garis keturunan mereka. Kelaziman perkawinan sedaran ini lazim dilakukan keluarga kerajaan. Seperti halnya Raja Tutankhamun yang diduga anak hasil hubungan sedarah.

2. Raja Diposisikan Selevel dengan Tuhan

Para raja di era Mesir kuno mendapatkan penghormatan yang bisa dikatakan sangat berlebihan. Pasalnya, mereka dianggap oleh masyarakat kala itu selevel dengan dewa. Sehingga, para raja itu dipuja-puja bak Tuhan. Hal tersebut tertuang dalam kisah Raja Ramses II (Fir'aun) yang terang-terangan menyatakan dirinya sebagai Tuhan.

Rakyat pun disuruh menyembahnya seperti dewa saat itu. Bagi mereka yang membangkang maka sama saja mencari kematian. Sehingga hadirlah Nabi Musa ke bumi untuk menghentikan kezaliman raja tersebut.

3. Membunuh Kucing Sama Saja Cari Mati
Tahukah Anda bahwa masyarakat Mesir sangat menghormati kucing. Kucing bagi mereka dianggap hewan sangat bertuah dan dikeramatkan, sehingga harus dijaga agar tidak mendatangkan bencana. Di kehidupan masyarakat Mesir kuno, bagi siapa saja yang melakukan penyiksaan terhadap hewan ini, maka akan diberikan sanksi berat bahkan hingga hukuman mati. Kucing juga kerap diidentikkan sebagai perwujudan dari seorang dewi.

4. Alat Kontrol Kehamilan Mengerikan
Di zaman Mesir kuno dikenal cara untuk mengontrol kelahiran atau kehamilan dengan menggunakan metode yang terbilang ngeri dan menjijikkan. Alat kontrol kehamilan itu berupa ramuan serta melibatkan hewan buas penghuni Sungai Nil, yakni buaya.

Agar bisa menunda kehamilan wanita, orang-orang Mesir kuno saat itu membuat sebuah ramuan unik yang mencampurkan madu, lumpur dan kotoran buaya. Semua bahan diramu jadi satu dan diminumkan kepada wanita byang dimaksud. Alat kontrol kehamilan ini ternyata dapat bekerja maksimal.

5. Orang Mesir Kuno Punya Selera Fashion Buruk

Kendati disebut sebagai bangsa yang peradabannya maju, namun penampilan orang-orang Mesir kuno terbilang sangat buruk. Bisa juga dikatakan bahwa mereka sangat buta fashion.

Seperti pada pria misalnya, mereka hanya akan mengenakan rok di atas lutut tanpa atasan, sementara para kaum hawa masih terkategori normal dengan mengenakan gaun.

Kacaunya lagi, para orangtua kala itu terbiasa tidak memberikan anak-anak mereka pakaian hingga tumbuh remaja alias telanjang.

Untungnya, lima kebiasaan nyeleneh peninggalan bangsa Mesir kuno itu sudah punah seiring perkembangan zaman.

About Blogger

Jakarta Sex and Mystery Magazine "JakartaBatavia Magz" - Enjoy and Relax here.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :