Rahasia Terlarang Bangga Jadi Kota Paling Terkenal Se Dunia Kedua Ada di Indonesia

Survei Waze: Bogor Jadi Tempat Terburuk Kedua di Dunia untuk Berkendara

Jakarta - Aplikasi penunjuk jalan Waze merilis indeks kepuasan berkendara hasil survei seluruh pengguna aktifnya untuk menentukan kota terburuk dan terbaik untuk dilewati. Hasil survei menunjukkan kota Bogor, Jawa Barat, menempati urutan kedua sebagai kota dengan tingkat kepuasan berkendara terburuk di dunia.

Indeks kepuasan berkendara dirilis di laman web resmi Waze dengan judul 'Waze Index Reveals Where in the World are the Best and Worst Places to be a Driver'. Ini merupakan indeks tahunan kedua, dengan mencantumkan enam indikator diantaranya kepadatan dan keparahan lalulintas, keselamatan perjalanan, kualitas dan infrastruktur jalan, kemudahan akses ke SPBU dan parkir, analisa dampak sosial ekonomi, dan perasaan pengguna waze.

Indonesia masuk ke dalam peringkat yang terburuk setelah El Salvador, Filipina, Guatemala, dan Panama.

"Di mana tempat paling buruk untuk berkendara? El Savador, Filipina, Guatemala, Panama dan Indonesia. Faktor yang mempengaruhi adalah intensitas lalu lintas yang sangat padat dan faktor sosial ekonom," tulis web resmi Waze seperti dilansir CNN.

Dari keenam indikator tersebut, Bogor mendapatkan penilaian indeks terendah kedua di dunia dari 38 negara yang disurvei oleh waze. Bogor mendapatkan nilai 2,15 dan menduduki peringkat 185. Di atas Bogor hanya Kota Cebu di Filipina yang mendapat skor 1,15 sekaligus mendapatkan predikat kota terburuk untuk berkendara.

Selain Bogor, terdapat delapan kota asal Indonesia lainnya yang juga mendapatkan penilaian rendah. Di antaranya Denpasar di peringkat 183, Bandung 182, Surabaya 181, Jakarta 178, Medan 168, Yogyakarta 150, Malang 146, dan Semarang di peringkat 145.

Sementara itu, Belanda menjadi negara dengan indeks kepuasan berkendara terbaik dengan skor indeks 7.43, diikuti Prancis 7.42, peringkat ketiga diisi Amerika Serikat dengan 7.22, diikuti Republik Ceko dan Swedia yang melengkapi posisi 5 teratas.

Untuk diketahui, aplikasi ini hanya terfokus di negara dan kota metropolitan dengan jumlah pengguna aktif mencapai 20.000 perbulan sehingga keakuratan data dan perbandingan akan lebih adil. Penilaian ini melibatkan seluruh pengguna dari 38 negara dan 235 area metropolitan sehingga bisa menghasilkan data yang baik untuk Indeks kepuasan berkendara Waze di 2016.

Tanggapi Survei Waze, Walkot Bogor: Memang Macet, Saatnya Reformasi Angkot

Jakarta - Kota Bogor, Jawa Barat menjadi kota kedua terburuk berkendara di dunia. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengakui makin macetnya Bogor, dan tengah fokus menangani persoalan ini.

"Survei Waze harus kita perhatikan. Bagaimana pun itu ada datanya. Jangan disangkal. Memang Bogor masih macet dan di beberapa ruas tambah macet," ujar Bima Arya saat dihubungi detikcom.

Survei Waze menurut Bima Arya dilakukan di Gadog, Ciawi Kabupaten Bogor dan 12 lokasi di Kota Bogor. Ke-12 jalan yang disurvei adalah Jalan Sholeh Iskandar, Jl Tajur, Jl Kebon Pedes, Jl RE Martadinata,Jl Dewi Sartika, Jl Sawojajar, Jl Pajajaran, Jl Lawanggintung, Jl Merdeka, JL MA Salmun dan Jl Mayor Oking.

"Tahun lalu Bogor masih di bawah Bandung dan Denpasar. Tahun ini lebih buruk. Ini penting untuk kerja lebih keras lagi terutama reformasi angkutan kota," imbuh Bima Arya.

Penyebab utama kemacetan di Kota Bogor adalah tidak sebandingnya pertumbuhan kendaraan yakni 13 persen. Sementara pertumbuhan jalan hanya 0,1 persen. Faktor penyebab lain, ketidakdisiplinan pengguna jalan, PKL, parkir liar, kekurangan personel petugas lalu-lintas.

Selain itu jumlah pengunjung ke Kota Bogor yang terus bertambah, terutama akhir pekan ikut menambah kemacetan. Bima Arya menyebut ada 300 ribu orang masuk ke Kota Bogor pada akhir pekan.

"Untuk penanganan jangka pendek dilakukan penempatan dan penambahan petugas, penertiban sekaligus penegakan hukum pelanggaran lalu lintas, penertiban PKL, pembangunan flyover Jl Martadinata tahun 2017 dan percepatan Tol BORR (Bogor Outer Ring Road) sekaligus penataan parkir," papar Bima Arya.

Untuk jangka menengah dan panjang, Pemkot Bogor akan mempercepat proyek pembangunan ruas jalan R3 sebagai jalur alternatif untuk distribusi kendaran di Jalan Tajur. Ada juga pembangunan flyover Kebon Pedes dan Salmun dan pengembangan koridor TransPakuan

"Hanya ada satu jalan, kerja lebih keras," janji Bima Arya.

Indeks kepuasan berkendara dirilis di laman web resmi Waze dengan judul 'Waze Index Reveals Where in the World are the Best and Worst Places to be a Driver' pada hari Kamis.

Ini merupakan indeks tahunan kedua, dengan mencantumkan enam indikator di antaranya kepadatan dan keparahan lalulintas, keselamatan perjalanan, kualitas dan infrastruktur jalan, kemudahan akses ke SPBU dan parkir, analisa dampak sosial ekonomi, dan perasaan pengguna waze.

Indonesia masuk ke dalam peringkat yang terburuk setelah El Salvador, Filipina, Guatemala, dan Panama. Dari keenam indikator tersebut, Bogor mendapatkan penilaian indeks terendah kedua di dunia dari 38 negara yang disurvei oleh Waze. 

About Blogger

Jakarta Sex and Mystery Magazine "JakartaBatavia Magz" - Enjoy and Relax here.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :