Rahasia Terlarang Trauma Sang Empunya Vagina

4 Masalah yang Bisa Membuat Wanita Trauma Bercinta

Jakarta, Tak melulu menyenangkan, kegiatan bercinta juga bisa menyakitkan bagi beberapa wanita hingga menimbulkan trauma. Penyebab umumnya yakni vaginismus atau kondisi vagina yang terasa sesak saat bercinta akibat kontraksi otot dasar panggul.

Keadaan tersebut membuat vagina terasa sakit, terbakar, dan seperti tertusuk. Selain vaginismus, ada beberapa kondisi yang bisa membuat wanita trauma bercinta seperti dilansir Times of India:

1. Nyeri
"Masalah ini sering mengakibatkan wanita gagal di ranjang. Ada kemungkinan nyeri luar biasa yang dirasakan karena saat anak-anak pernah mengalami pelecehan seksual atau diberi informasi bahwa seks menyakitkan hingga ia mengaitkan penetrasi dengan trauma," jelas dr Rajan Bhonsle, HOD dari Department of Sexual Medicine di Parel's KEM Hospital.

Kondisi ini menurut dr Rajan bisa diatasi dengan berkonsultasi bersama pasangan untuk membicarakan bagaimana mereka bisa mendapatkan hubungan seks yang nyaman. Terkadang, wanita diminta melebarkan vaginanya dengan dilator atau memasukkan jari-jarinya sendiri untuk membantu dia menyadari bahwa seks tidak menyakitkan.

Sementara itu, kolumnis seks dr Mahinder Watsa mengatakan perlu ditanamkan pada wanita bahwa sejatinya vagina elastis mengingat kemampuan wanita untuk melahirkan anak. "Kadang wanita juga butuh rangsangan lebih lama karena vagina kering membuat seks jadi menyakitkan. Jika diperlukan, 15 menit sebelum bercinta gunakanlah pelumas sebagai bantuan," kata Bhonsle.

2. Infeksi
Terhambatnya pelumasan juga dipengaruhi faktor fisiologis dan berhubungan dengan kelenjar bartholyn yang terletak di dinding vagina dan bertanggung jawab mensekresi cairan lubrikasi. "Tapi karena infeksi, kelenjar itu membengkak. Untuk mengatasinya, ada obat untuk meringankan pembengkakan ini," tutur dr Duru Shah, direktur ilmiah di Gynaeworld.

3. Rasa sakit luar biasa
Wanita yang mengalami endometriosis, uterus dan ovariumnya terletak di dekat dinding vagina. Saat penetrasi, kondisi ini akan menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan. Pengobatan yang bisa dilakukan salah satunya melalui pembedahan. "Wanita yang mengalami dispareunia parah juga merasakan sakit yang teramat sangat saat bercinta," kata dr Shah.

4. Penggunaan botox
Pada beberapa kasus, ada wanita yang sengaja menyuntikkan botulinum toksin ke dalam kulit alat kelaminnya untuk melemahkan otot di area tersebut hingga tak bisa berkontraksi sehingga vagina tidak terlalu menjepit.

"Pengaruh botox ini bisa terjadi empat sampai enam bulan tapi si wanita harus datang kembali sebagai tindak lanjut. Tapi, ketika botoks ini tidak bekerja, seks tetap saja akan terasa sangat menyakitkan," papar Dr Sejal Desai, konsultan ginekologi dan direktur Saral Hospital, Santacruz.

About Blogger

Jakarta Sex and Mystery Magazine "JakartaBatavia Magz" - Enjoy and Relax here.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :