Misteri Guling di Ranjang

Mengapa Orang Berguling ke Kanan atau ke Kiri Saat Tidur?

Melbourne, Saat tidur, tidak semua orang 'pendiam'. Beberapa orang ada yang tampak kurang tenang dalam tidurnya, sehingga berguling ke kanan ataupun ke kiri tanpa disadarinya. Nah, apa alasannya seseorang berguling ke kanan atau ke kiri dalam tidurnya?

Berguling kala tidur memang tampaknya sesuatu yang remeh. Namun sepertinya hanya sedikit yang tahu bahwa gerakan berguling merupakan gerakan dasar manusia. Demikian dikutip dari ABC Australia.

Dr Harriet Hiscock, seorang pakar tidur anak di Royal Children 's Hospital Melbourne mengatakan bayi mulai berguling saat usianya empat bulan. Sebelumnya, mereka belum mampu melakukannya karena belum cukup kuat dan belum mampu mengkoordinasikan anggota-anggota tubuhnya satu sama lain dengan baik.

Menurutnya, berguling adalah 'tonggak perkembangan'. Sebab dengan aktivitas itu, bayi akan mulai belajar untuk melakukan aktivitas lainnya, yakni merangkak. Dia berpendapat bahwa berguling pada saat tidur pada anak-anak maupun orang dewasa berhubungan dengan masalah kenyamanan.

"Jika Anda hanya berbaring di posisi yang sama sepanjang malam, Anda mungkin bisa menderita kaku sendi dan memiliki masalah dengan kulit," terangnya.

Terkait pendapat itu Dr Peter Roessler dari Australian and New Zealand College of Anaesthetists, menyatakan persetujuannya. Dikatakan dia, bergerak pada saat tidur merupakan mekanisme perlindungan untuk mencegah masalah akibat tekanan yang berkepanjangan, misalnya berkurangnya aliran darah ke bagian-bagian tertentu. Karena itulah ketika ada pasien yang lumpuh dalam waktu lama, maka perlu dilatih bergerak untuk mencegah adanya luka tekanan.

Dr Roessler menduga seseorang yang berguling pada saat sedang tidur bisa juga terjadi sebagai respons atas rasa sakit yang dirasakannya. Ini mirip dengan seseorang yang duduk dalam satu posisi dalam jangka waktu lama. Dalam waktu tertentu, seseorang mungkin bisa mentolerir posisi duduk yang berkepanjangan itu. Namun di satu waktu, yang bersangkutan perlu untuk bergerak.

"Saya menduga itu mungkin semacam respons, dan itu terjadi bahkan ketika kita sedang tidur," ujar Dr Roessler.

Dia memaparkan sinyal dari reseptor nyeri (nociceptor) melakukan perjalanan hingga bagian sumsum tulang belakang ke otak dan juga ke sistem pengaktifan retikuler atau reticular activating system (RAS), baik pada saat tidur atau sedang terjaga. RAS adalah bagian dalam otak yang bisa meningkatkan perhatian (attention) dan kewaspadaan (alertness) seseorang. Nah, selanjutnya muncul sinyal untuk membuat gerakan.

Seseorang yang sedang berada di bawah pengaruh anestesi tidak bisa berguling karena sinyal sensoriknya ditekan. Akibatnya kekuatan otot berkurang dan aktivitas otak tidak dapat dikoordinasikan.

"Terkadang seseorang yang sedang tidur juga berbalik badan lantaran pasangannya menyenggol badannya untuk menghentikan dengkuran," sambungnya.

Kapan umumnya seseorang mulai berguling pada saat sedang tidur? Menurut Dr Hiscock, aktivitas itu umumnya dilakukan pada saat seseorang berada di tahap tidur dalam. Untuk diketahui, pada saat seseorang tidur akan melewati beberapa fase seperti tahap tidur ringan hingga tidur dalam.

"Berguling dan gerakan lain tidak terjadi pada saat seseorang berada pada fase tidur ringan," tutur Dr Hiscock.

Ketika seseorang berada dalam fase tidur REM, maka yang bersangkutan cenderung bermimpi dan tubuhnya menjadi semi-lumpuh. Nah, pada saat itu, dia tidak berguling. Ditambahkan Dr Chris Seton, seorang dokter tidur anak di Rumah Sakit Anak Westmead di Sydney, selama tidur non-REM, ada kemungkinan mengalami masa bangun singkat (mini arousal) yang bisa terjadi setiap enam sampai delapan menit.

Dia mengatakan bangun singkat biasanya hampir selalu dikaitkan dengan beberapa gerakan tubuh seperti menendang atau berguling. Kadang dalam periode bangun singkat ini, saat ada orang lain yang masuk ke kamar, Anda bisa saja bangun. Namun jika keadaan lingkungan tidak mendukung untuk bangun, maka Anda akan kembali tidur.

About Blogger

Jakarta Sex and Mystery Magazine "JakartaBatavia Magz" - Enjoy and Relax here.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :