Rahasia Terlarang Misteri Mantan Kekasih !!!

Menghadapai Mantan Kekasih yang Terobsesi untuk Balikan

Jakarta - Jika selama ini, wanita identik lebih susah move on dibanding pria.Ternyata, faktanya banyak juga pria yang sulit menjalani kehidupan baru setelah putus cinta. Tak jarang, pria-pria yang sulit move on ini masih terobsesi dengan mantannya dan tidak berhenti untuk mengajak balikan mantan kekasihnya.

Seperti kisah Sandra (24) yang mengirimkan surat konsultasi cinta kepada Wolipop tentang mantan kekasihnya yang terus mengejar dan memaksanya untuk kembali pacaran. Sandra berkisah bahkan sang kekasih mengancam untuk bunuh diri jika dia menolak permintaan mantan kekasihnya.

Punya kisah serupa dan bingung menghadapi mantan kekasih yang masih terus mengganggu, padahal Anda sudah sadar bahwa hubungan yang sudah tidak bisa lagi disatukan. Ini cara menghadapi pria yang sangat terobsesi dengan mantan kekasihnya.

1. Jelaskan Alasan Anda Mengapa Tidak Bisa Kembali
Menurut psikolog dan konsultan cinta Wolipop, Ratih Ibrahim, perilaku obsesif dapat terjadi karena seseorang tidak dapat mengatasi perasaan
sakit hati atau negatif yang masih ada pada dirinya. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meyampaikan dengan jelas penyebab tidak bisa melanjutkan hubungan lagi dengan mantan kekasih.

"Sebaiknya kamu menyampaikan dan menjelaskannya sehingga dia mendapat penyelesaian yang jelas dari kamu dan dapat membenahi perasaannya sendiri," saran Ratih.

2. Selesaikan Masalah yang Masih Menggantung
Terkadang, ada masalah yang belum terselesaikan di antara kalian berdua. Hal tersebutlah yang membuat salah satu pihak bisa semakin terobsesi. Ajak si dia untuk ngobrol secara baik-baik. Ungkapkan dengan jelas apa yang menjadi masalah di dalam hubungan kalian, sekaligus jelaskan alasan mengapa Anda tidak bisa kembali padanya. Dengan penjelasan yang bijaksana dan tegas mungkin bisa membuatnya sadar dan berusaha menjauhi Anda.

3. Tegas
"Jika memang mantan kekasih masih menunjukkan perilaku terobsesi hingga mengancam akan bunuh diri, tunjukkan sikap tegas dan minta dia untuk bersikap dewasa dan menerima keputusan yang sudah terjadi antara kamu dan dia," tulis Psikolog dan Pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth itu dalam surat jawaban konsultan.

Ratih mengungkapkan, Anda tidak bertanggung jawab atas ancamannya itu. "Dia bertanggung jawab akan dirinya sendiri," tegasnya.

4. Bantu Dia untuk Move On
Membantunya untuk move on bukan berarti Anda harus menjalin komunikasi dengannya lagi. Justru Anda harus menjauhinya untuk membuatnya lebih mudah melupakan Anda.

"Bentuk jarak antara kamu dan mantan dengan tidak menghubunginya ataupun membalas bentuk hubungan yang dia masih tujukan pada kamu," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

About Blogger

Jakarta Sex and Mystery Magazine "JakartaBatavia Magz" - Enjoy and Relax here.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :