Ayo Bermimpi Indonesia Perang Lawan Singapura

Benarkah RI Bisa 'Meninggal' Kalau Singapura Setop Kirim Minyak?

Jakarta -Walau merupakan negara kecil, namun Singapura menjadi tumpuan Indonesia untuk memasok BBM dan minyak mentah. Benarkah bila Singapura menghentikan pasokan minyak dan BBM, Indonesia bakal kelimpungan?

Wakil Ketua Komite BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, memang benar, Indonesia banyak mendapatkan pasokan minyak mentah dan BBM dari Singapura.

"Tapi bukan berarti jika Singapura setop impornya kita tidak bisa apa-apa. Impor kita bisa dari mana saja, dari Amerika Serikat, Iran, Irak, dan banyak negara lainnya," ungkap Fanshurullah dihubungi detikFinance, Selasa (11/2/2014).

Fanshurullah meyakini, bila Singapura setop impor BBM-nya hari ini pun, Indonesia masih tetap bisa bertahan, bertahan dalam artinya ketahanan energi nasional.

"Kita punya stok operasional BBM nasional itu 21 hari, jadi tidak benar kalau Singapura bahkan Malaysia menyetop impornya, kita dalam 5 hari tidak berdaya. Pertama kita punya stok operasional BBM selama 21 hari, kedua kita bisa impor dari mana saja tidak harus dari dua negara tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, Indonesia harus mengimpor 900.000 barel per hari minyak mentah dan BBM dari total kebutuhan 1,4 juta barel per hari. Faktanya hampir sebagian besar minyak mentah dan BBM itu diimpor dari Singapura.

"Apa yang terjadi kalau Singapura setop ekspor BBM ke Indonesia, apa yang terjadi kalau Malaysia juga setop ekspor BBM ke Indonesia? 5 hari kita bisa meninggal," ungkap Susilo akhir pekan ini.

Menurutnya apalagi hal itu terjadi dalam kondisi perang, maka pesawat tempur canggih, kapal perang, tank tempur dan kendaraan tempur milik Indonesia tidak akan bisa beroperasi dalam waktu yang lama.

"Mau diisi sama apa? sama air?" ucapnya.

Indonesia Ketegantungan Impor Minyak dari Singapura, Ini Buktinya

Jakarta -Indonesia mengimpor 900.000 barel per hari minyak mentah dan BBM dari total kebutuhan 1,4 juta barel per hari. Sebagian besar diimpor dari Singapura. Benarkah Indonesia ketergantungan impor BBM dari Singapura?

"Apa yang terjadi kalau Singapura setop ekspor BBM ke Indonesia, apa yang terjadi kalau Malaysia juga setop ekspor BBM ke Indonesia? 5 hari kita bisa meninggal," ungkap Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo akhir pekan lalu.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Selasa (11/2/2014), sepanjang 2013 lalu, Indonesia mengimpor hasil minyak atau BBM dengan total US$ 28,56 miliar atau sekitar Rp 285 triliun, berjumlah 29,6 juta ton. Dari jumlah itu, nilai impor BBM dari Singapura adalah US$ 15,145 miliar atau sekitar Rp 151 triliun. Jumlah BBM yang diimpor Indonesia dari Singapura mencapai 29,6 juta ton.

Selain Singapura, berikut negara-negara yang BBM-nya sering dibeli oleh Indonesia sepanjang 2013:

    Malaysia, dengan nilai US$ 6,4 miliar atau Rp 64 triliun. Jumlahnya 6,7 juta ton
    Korea Selatan, dengan nilai US$ 2,53 miliar atau sekitar Rp 25 triliun. Jumlahnya 2,7 juta ton
    Kuwait, dengan nilai US$ 906 juta atau sekitar Rp 9 triliun. Jumlahnya 1,07 juta ton
    Arab Saudi, dengan nilai US$ 709 juta atau sekitar Rp 7 triliun. Jumlahnya 735 ribu ton
    Qatar, dengan nilai US$ 538 juta atau sekitar Rp 5 triliun. Jumlahnya 562 ribu ton
    Uni Emirat Arab, dengan nilai US$ 367 juta atau sekitar Rp 3 triliun. Jumlahnya 371 ribu ton
    Taiwan, dengan nilai US$ 312 juta atau sekitar Rp 3 triliun. Jumlahnya 310 ribu ton
    Rusia, dengan nilai US$ 261 juta atau sekitar Rp 2 triliun lebih. Jumlahnya 277 ribu ton
    China, dengan nilai US$ 257 juta atau sekitar Rp 2 triliun lebih. Jumlahnya 245 ribu ton
    Sisanya dari negara lain, dengan nilai US$ 1,05 miliar atau Rp 10 triliun lebih. Jumlahnya 1,01 juta ton

Ini Kesalahan RI Sampai Ketergantungan Impor Minyak dari Singapura
Singapura -Singapura menjadi tumpuan Indonesia untuk memasok bahan bakar minyak (BBM) impor. Bahkan disebutkan, Indonesia akan kelimpungan bila Singapura menghentikan pasokan BBM.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai, ini adalah kesalahan dari telatnya pembangunan kilang minyak di dalam negeri. Maka dari itu, Indonesia sangat bergantung kepada Singapura yang memiliki salah satu kilang terbesar.

"BBM itu kan diproses dari minyak mentah. Kita ini terlambat membangun refinering (kilang), makanya sekarang baru mau dibangun. Baru akan dan telat memang," ungkap Hatta di Grand Copthorne Waterfront Hotel, Singapura, Selasa (11/2/2014).

Singapura menurut Hatta, merupakan produsen BBM terbesar di dunia. Indonesia bahkan tidak mempunyai pilihan lain saat ini, selain membeli minyak dari Singapura. Pada catatannya impor BBM dari Singapura ini senilai US$ 16,9 miliar.

"Untuk BBM harus diakui Singapura lah yang terbesar memproduksi BBM, jadi kita membeli dari Singapura," sebutnya.

Berbeda halnya dengan minyak mentah. Karena sudah ditetapkan Pertamina tidak dibenarkan lagi membeli minyak dari trader (pedagang).

"Kalau yang non BBM kita langsung tidak lewat trader lagi, sudah langsung kepada produsen kan. Pertamina kan tidak dibenarkan lagi melewati trader, langsung kepada produsen," jelas Hatta

Untuk itu menurut Hatta, cara mengurangi impor asalah satunya adalah dengan membangun kilang minyak di dalam negeri. Di mana mampu menjaga ketahanan energi.

"Kalau sekarang impor itu di Singapura pasti minyak, karena BBM kita sebagian besar dari sini," imbuhnya.


Lucu, Kita Impor Minyak dari Singapura yang Tak Punya Sumur Migas

Jakarta -Luas Singapura lebih kecil dibandingkan luas Pulau Batam. Namun negara tersebut menjadi tumpuan Indonesia sebagai pemasok sebagian besar kebutuhan BBM Indonesia. Kok bisa?

Wakil Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan, lucu karena Indonesia mengimpor BBM dari Singapura. Padahal negara tersebut tidak punya lapangan atau sumur minyak dan gas bumi.

"Lucu kan, kita justru malah impor dari BBM dari Singapura. Padahal mereka tidak ada eksplorasi maupun eksploitasi minyak dan gas bumi di negaranya," ujar Fanshurullah dihubungi detikFinance, Selasa (11/2/2014).

Fanshurullah mengungkapkan, Singapura bisa menjadi pusat perdagangan minyak dan gas bumi di Asia Tenggara, karena Singapura memiliki kilang minyak yang paling canggih di dunia.

"Dia punya kilang minyak yang diklaim paling canggih di dunia, Singapura membeli banyak minyak mentah dari mana-mana, lalu dia olah menjadi produk jadi yakni BBM, lalu diekspor ke berbagai negara salah satunya ke Indonesia," ucapnya.

Bahaya, Indonesia Tak Punya Cadangan BBM

Jakarta -Indonesia memang punya stok operasional BBM selama 21 hari lamanya. Namun stok tersebut berada di depo minyak dan SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia. Tapi seliter pun BBM tersebut disimpan menjadi cadangan khusus.

Wakil Ketua Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan, Indonesia jadi negara luas yang tidak memiliki cadangan BBM.

"Stok operasional BBM nasional kita punya, yakni selama 21 hari, tapi negara ini tidak memiliki cadangan BBM," ucap Fanshurullah dihubungi detikFinance, Selasa (11/2/2014).

Ketahanan energi Indonesia memang kalah jauh dari Jepang dan Amerika Serikat (AS) yang memiliki cadangan BBM hingga 6-7 bulan lebih.

"Seperti Jepang, dia punya 6 bulan cadangan BBM, ketika diterjang tsunami, pasokan energi mereka tetap aman, bahkan pembangkit nuklir mereka saat ini tidak ada yang dioperasikan, Jepang tidak kekurangan energi sama sekali. Karena mereka punya cadangan energi, mulai dari BBM, gas dan energi lainnya," ujarnya.

Fanshurullah menambahkan, rapuhnya ketahanan energi Indonesia saat ini, haru jadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki kondisi ini.

"Cadangan operasional BBM itu 70% masih dilakukan Pertamina, padahal undang-undang mengamanatkan kepada BPH Migas untuk menyediakan cadangan minyak," katanya.

"Namun kenapa itu tidak dilakukan BPH Migas, ya karena nggak ada uangnya, karena pendapatan BPH Migas setahun yang mencapai Rp 1 triliun dari PNBP setiap transaksi BBM dan pipa gas, tapi anggaran BPH Migas setahun hanya Rp 100-200 miliar," tambahnya.

Dirinya meminta kepada pemerintah, agar pendapatan yang dihasilkan BPH Migas tersebut digunakan untuk membangun infrastrutkur, yakni pembangunan cadangan BBM nasional.

"Pelan-pelan bangun infrastruktur cadangan BBM kita, karena kita sama sekali tidak punya cadangan BBM," tutupnya.

About Blogger

Jakarta Sex and Mystery Magazine "JakartaBatavia Magz" - Enjoy and Relax here.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :